PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) menunjukkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan selama tahun 2024, dengan laba kotor perusahaan meningkat hingga 95,4 persen menjadi 103,14 juta dolar AS dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meningkatnya kinerja ini didorong oleh efisiensi biaya, penguatan operasional, dan strategi ekspansi yang terarah. Direktur Keuangan PT Resource Alam Indonesia, Agoes Soegiarto Soeparman, menyatakan kebanggaannya atas hasil positif ini di tengah tantangan pasar global. Pendapatan perusahaan juga meningkat sebesar 10,9 persen menjadi 326,8 juta dolar AS pada tahun 2024, yang berdampak pada pertumbuhan laba bersih yang solid sebesar 49,85 persen.
KKGI juga berhasil meningkatkan efisiensi biaya dengan menekan cash cost sebesar 17,4 persen dan mencatat peningkatan produksi batu bara sebesar 10,87 persen. Sementara itu, perusahaan juga memperkuat rasio keuangan dengan ROA yang naik menjadi 19,21 persen, ROE yang meningkat menjadi 24,96 persen, dan debt to equity ratio yang turun menjadi 1,66 persen. Penetapan target produksi dan penjualan untuk tahun 2025 sebesar 5,85 juta MT menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Dalam upaya mendukung target tersebut, PT Loa Haur telah menyelesaikan pengembangan stockpile dan KKGI telah membentuk perusahaan patungan dengan PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) untuk meningkatkan efisiensi transportasi batu bara. Agoes menegaskan bahwa KKGI akan terus berupaya menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dengan pijakan keuangan yang kuat, efisiensi operasional yang baik, dan strategi ekspansi yang terukur. Semua inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada profitabilitas dan stabilitas operasional perusahaan di masa depan.








