PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) telah menyetujui pembagian dividen sebesar 100 persen dari laba bersih tahun buku 2024 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Komisaris Utama OBAT, Machmud Lutfi Huzain, menyatakan bahwa perseroan telah memperkuat posisinya melalui inovasi dan efisiensi operasional di tengah tantangan global. Dewan komisaris memberikan apresiasi atas upaya manajemen perseroan yang telah dilakukan.
Dalam RUPST dan Public Expose, Sekretaris Perusahaan Toufin Noor Prambudi mengumumkan bahwa pemegang saham memutuskan untuk mendistribusikan dividen penuh sebesar 100 persen dari nilai laba. Dividen OBAT sebesar Rp49,04 per lembar saham atau setara dengan Rp29,4 miliar dari total saham yang beredar.
Direktur Utama OBAT, Is Heriyanto, menyebut bahwa keputusan ini mendapat dukungan dari para pemegang saham. Penjualan pada tahun 2024 meningkat hingga 111 persen menjadi Rp120 miliar, yang merupakan hasil dari strategi perusahaan dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Laba komprehensif perseroan juga meningkat 156 persen year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada akhir tahun 2024, OBAT berhasil memperoleh hak paten atas dua produk unggulan, yaitu susu spirulina dan neoalgae spirulina. Perseroan juga meraih paten untuk inovasi teknologi TreeAlgae, alat penyerap karbon dan pemurni udara pertama di Indonesia. Dan pada Februari 2025, OBAT meluncurkan pabrik baru di Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan fasilitas laboratorium yang lengkap untuk memastikan kualitas produk.
Pabrik baru ini dapat menghasilkan produk suplemen herbal dalam berbagai kemasan dan memiliki kapasitas produksi yang mencapai 750.000 kapsul dan 1.000 liter bahan cair per hari. Dengan adanya pabrik baru ini, perseroan optimis dapat meningkatkan penjualan hingga Rp250 miliar. Kabar baik ini semakin menguatkan posisi perseroan di industri farmasi Indonesia.








