PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) memperluas basis nasabahnya sepanjang JanuariāAgustus 2026. Jumlah rekening efek saham perseroan mencapai 96.327 rekening per Agustus, naik 49,2 persen secara year to date (ytd) dibandingkan 64.557 rekening pada akhir 2025.
Dalam periode yang sama, KISI mencatat 31.770 pembukaan rekening atau Opening Account (OA). Jumlah tersebut setara 2,1 persen dari total penambahan investor saham baru atau Single Investor Identification (SID) di pasar modal Indonesia, yang mencapai 1,53 juta investor pada JanuariāAgustus 2026.
President Director KISI Kyoung Hun Nam mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap pasar modal sekaligus menghubungkan modal Korea dengan kebutuhan pembiayaan di Indonesia.
āKISI berperan memperluas basis investor Indonesia sekaligus menghubungkan modal Korea dengan obligasi dan infrastruktur Indonesia. Kami akan terus berkontribusi bagi perkembangan pasar modal Indonesia melalui edukasi keuangan, produk terstruktur, dan jasa penasihat investasi infrastruktur,ā ujar Kyoung Hun Nam dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Transaksi obligasi tumbuh dan produk reksa dana bertambah
Pertumbuhan bisnis KISI juga terlihat pada segmen obligasi. Nilai transaksi obligasi secara kumulatif hingga Agustus 2026 meningkat 128 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan kini mengembangkan fitur transaksi obligasi dengan pilihan produk yang lebih beragam. Salah satu penambahan terbaru berasal dari 13 produk reksa dana PT Sucorinvest Asset Management, yang mencakup kategori pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham.
āDengan tambahan tersebut, saat ini terdapat 91 produk reksa dana dari 15 Manajer Investasi,ā kata Kyoung Hun Nam.
Di bidang penjaminan emisi, KISI pada tahun sebelumnya menjamin 51 emisi obligasi dengan total nilai Rp3,38 triliun. Portofolio tersebut antara lain mencakup peran sebagai joint lead underwriter dalam penerbitan obligasi Spindo senilai Rp1 triliun, yang disebut sebagai Sustainability-Linked Bond pertama di Indonesia. KISI juga bertindak sebagai penjamin pelaksana tunggal untuk Sustainability-Linked Bond Pollux Hotels Group senilai Rp500 miliar.
Menyiapkan pembiayaan daerah dan proyek infrastruktur
Pada Agustus 2026, KISI bertemu dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk membahas dukungan perseroan sebagai Penjamin Emisi Efek bagi rencana penerbitan Sukuk Daerah pada 2027. Dalam pertemuan tersebut, Tim Investment Banking KISI memaparkan aspek teknis penjaminan emisi yang diperlukan untuk mendukung rencana itu.
KISI juga memperkuat Debt Management Unit melalui referensi dan pembelajaran mengenai praktik Municipal Bonds di Filipina, Vietnam, dan India. Pengalaman dari negara-negara tersebut disiapkan sebagai bahan studi dalam mempersiapkan penerbitan Sukuk Daerah.
Menurut Kyoung Hun Nam, kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten di berbagai daerah diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan aparatur sipil negara serta masyarakat. Edukasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman mengenai pasar modal dan pengelolaan keuangan.
Di sektor investment banking, KISI menangani tiga penerbitan Kimchi Bond milik anak usaha APP Group, masing-masing senilai 55 juta dolar AS pada 2020, 65 juta dolar AS pada 2021, dan 85 juta dolar AS pada 2023. Total nilai ketiganya mencapai 205 juta dolar AS.
KISI juga telah lebih dari dua tahun menjadi penasihat pengembangan pusat data di Jakarta melalui kerja sama Korea Investment Real Asset Management (KIRA) dan SM+. Peran tersebut mencakup penyusunan struktur investasi hingga project financing. Setelah perjanjian investasi ditandatangani pada Juli 2024, proyek pusat data SMX01 dijadwalkan menggelar upacara penyelesaian pembangunan bersama LG CNS di Kuningan, Jakarta, pada November 2026.


