Tuesday, October 13, 2026
HomeHukumPerjalanan Karier Suyudi Ario Seto hingga Jadi Kapolri Baru

Perjalanan Karier Suyudi Ario Seto hingga Jadi Kapolri Baru

Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi memimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026. Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo setelah memperoleh persetujuan DPR RI melalui Rapat Paripurna.

Penunjukan tersebut menutup perjalanan karier Suyudi selama lebih dari tiga dekade di tubuh Polri. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, penanganan perkara pidana, kepemimpinan kewilayahan, hingga pengelolaan lembaga penegak hukum seperti Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dari reserse ke jajaran pimpinan wilayah

Lahir pada 14 Juli 1973, Suyudi mengawali pengabdiannya setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol. Ia sempat mendapat penugasan di lingkungan Brimob sebelum banyak bekerja di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Di sana, ia menjalani berbagai posisi penyidikan dan reserse, antara lain Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, serta Kanit Resmob Bareskrim Polri.

Pengalaman tersebut diikuti penugasan sebagai Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, dan Kapolsek Metro Penjaringan. Kariernya kemudian berlanjut sebagai Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Mulai 2017, Suyudi masuk ke jajaran Bareskrim Polri. Ia dipercaya menjadi Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber. Setelah kembali ke Polda Metro Jaya, ia menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum pada 2019.

Salah satu perkara yang berada dalam lingkup penanganannya ketika itu adalah penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Suyudi menyatakan akan melanjutkan penanganan perkara yang sebelumnya telah dikerjakan jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Memimpin Polda Banten dan BNN

Pada 2023, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, tepatnya 26 Juni 2024, ia dipromosikan sebagai Kapolda Banten dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua.

Dalam rekam jejak penanganan perkara sepanjang 2024, Polda Banten mencatat 4.155 tindak pidana. Sebanyak 3.509 perkara di antaranya berhasil diselesaikan. Kasus-kasus tersebut mencakup kejahatan konvensional, perkara ekonomi, serta kejahatan berbasis internet.

Kariernya di Polda Banten berakhir setelah ia dimutasi pada Agustus 2025 sebagai perwira tinggi Bareskrim Polri dengan penugasan di luar struktur. Pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo melantiknya sebagai Kepala BNN untuk menggantikan Komjen Pol. Marthinus Hukom. Pangkat Suyudi kemudian naik menjadi Komisaris Jenderal Polisi pada September 2025.

Salah satu pengungkapan besar selama ia memimpin BNN berkaitan dengan jaringan narkotika internasional dan penyelundupan sekitar dua ton sabu. Dalam operasi tersebut, BNN bersama sejumlah pihak menangkap Dewi Astutik alias PA di Sihanoukville, Kamboja, pada Desember 2025. Narkotika yang terkait perkara itu diperkirakan bernilai sekitar Rp5 triliun.

Bekal pendidikan dan penugasan

Suyudi menyelesaikan pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada 2003 dan mengikuti pendidikan Sespimti Polri. Ia memiliki gelar Sarjana Ilmu Kepolisian, Sarjana Hukum, dan Magister Sains. Pada 31 Januari 2026, Universitas Tarumanegara menganugerahinya gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Hukum.

Ia juga menerima sejumlah tanda jasa, termasuk Bintang Bhayangkara. Setelah menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI serta memperoleh persetujuan dalam Rapat Paripurna, Suyudi kini memimpin Polri dengan latar belakang utama di bidang reserse dan pengalaman sebagai pejabat kewilayahan, pimpinan Bareskrim, Kapolda, serta Kepala BNN.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer