Tuesday, October 13, 2026
HomeHukumPassport Index 2026: Paspor Indonesia Peringkat 56 Dunia

Passport Index 2026: Paspor Indonesia Peringkat 56 Dunia

Paspor Indonesia menempati peringkat ke-56 dunia dalam Passport Index 2026, dengan Mobility Score 89. Posisi tersebut masih berada di bawah Malaysia yang masuk tiga besar bersama Singapura, serta beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Malaysia naik ke posisi kedua

Dalam pemeringkatan yang sama, Uni Emirat Arab (UEA) berada di posisi pertama dengan Mobility Score 182. Singapura dan Malaysia menyusul di peringkat kedua dengan skor masing-masing 175, sementara Spanyol menempati posisi ketiga dengan skor 174.

Kenaikan Malaysia dibandingkan pemeringkatan 2025 ditopang akses perjalanan yang luas. Data Passport Index 2026 mencatat pemegang paspor Malaysia dapat mengakses 175 destinasi. Rinciannya, 129 destinasi dapat dimasuki tanpa visa, sedangkan 46 destinasi menyediakan visa on arrival.

Di luar akses tersebut, sebanyak 23 destinasi masih mensyaratkan visa bagi pemegang paspor Malaysia. Capaian itu menempatkan Malaysia di jajaran teratas negara dengan tingkat mobilitas paspor paling tinggi dalam daftar global.

Indonesia berada di bawah sejumlah negara ASEAN

Adapun pemegang paspor Indonesia memiliki akses ke 89 destinasi berdasarkan Mobility Score Passport Index 2026. Akses itu terdiri atas 49 destinasi bebas visa dan 40 destinasi yang menyediakan visa on arrival.

Sejumlah destinasi juga memberikan fasilitas electronic travel authorization (eTA) bagi warga negara Indonesia. Namun, 109 destinasi lainnya masih mencantumkan visa sebagai persyaratan masuk.

Dengan peringkat ke-56, Indonesia berada di bawah Thailand yang menempati posisi ke-53 dengan Mobility Score 93. Timor-Leste tercatat berada di peringkat ke-46, sedangkan Brunei Darussalam juga berada di atas Indonesia dalam daftar tersebut. Artinya, di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia masih berada di bawah Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Timor-Leste, dan Thailand.

Metode indeks memengaruhi hasil pemeringkatan

Mobility Score dalam Passport Index menghitung berbagai bentuk kemudahan perjalanan, termasuk akses bebas visa dan visa on arrival. Kekuatan paspor dalam ukuran ini berkaitan dengan jumlah destinasi yang dapat diakses melalui skema perjalanan tersebut.

Kemudahan mobilitas antarnegara juga dapat dipengaruhi hubungan diplomatik, kesepakatan bilateral, kebijakan imigrasi, serta hubungan perdagangan, pariwisata, dan kerja sama antarnegara. Meski demikian, peringkat paspor tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran kekuatan ekonomi atau kualitas sebuah negara. Setiap lembaga pemeringkat menggunakan metode dan indikator yang berbeda.

Perbedaan metode itu terlihat ketika hasil Passport Index dibandingkan dengan Henley Passport Index 2026. Dalam indeks Henley, Malaysia berada di peringkat ketujuh dengan akses ke 183 destinasi tanpa visa sebelumnya. Indonesia berada di peringkat ke-69 dengan akses ke 70 destinasi menggunakan ukuran yang sama.

Henley Passport Index berfokus pada jumlah destinasi yang dapat dimasuki tanpa visa sebelumnya, sedangkan Passport Index menggunakan Mobility Score yang mencakup beberapa bentuk akses perjalanan. Karena itu, perbandingan peringkat paspor perlu selalu menyebutkan indeks dan tahun pemeringkatan yang digunakan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer