Tuesday, October 13, 2026
HomeHumanioraHari Lansia Internasional 1 Oktober: Tema, Sejarah, dan Tujuan

Hari Lansia Internasional 1 Oktober: Tema, Sejarah, dan Tujuan

Hari Lansia Internasional yang diperingati setiap 1 Oktober pada 2026 menyoroti kebutuhan untuk menata kembali sistem sosial seiring meningkatnya usia harapan hidup. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema “The Age of Longevity: Rethinking Systems for Longer Lives” atau “Era Harapan Hidup yang Tinggi: Merancang Ulang Sistem untuk Usia yang Lebih Panjang.”

Tema itu menggarisbawahi perubahan demografi dunia yang ditandai dengan semakin besarnya jumlah penduduk lanjut usia. Bertambah panjangnya usia kehidupan berdampak pada berbagai bidang, termasuk layanan kesehatan, perlindungan sosial, pekerjaan, perumahan, serta pola kehidupan bermasyarakat.

Ditetapkan PBB sejak 1990

Hari Lansia Internasional ditetapkan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi 45/106 pada 14 Desember 1990. Peringatan global pertama berlangsung pada 1991.

Upaya internasional untuk merespons penuaan penduduk telah dimulai lebih awal. Pada 1982, PBB menggelar World Assembly on Ageing yang menghasilkan Vienna International Plan of Action on Ageing. Dokumen tersebut menjadi salah satu dasar bagi kerja sama internasional dalam menghadapi perubahan populasi dan kebutuhan orang lanjut usia.

Pada 1991, PBB mengadopsi United Nations Principles for Older Persons. Prinsip itu mencakup kemandirian, partisipasi, perawatan, pemenuhan diri, dan martabat lansia. Sementara itu, Second World Assembly on Ageing pada 2002 menghasilkan Madrid International Plan of Action on Ageing, sebuah kerangka untuk merespons peluang dan tantangan akibat penuaan penduduk pada abad ke-21 serta mendorong terbentuknya masyarakat yang mengakomodasi semua kelompok usia.

Jumlah lansia dunia terus bertambah

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai sekitar 1 miliar pada 2020. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 1,4 miliar pada 2030 dan 2,1 miliar pada 2050. Dalam proyeksi lainnya, proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas meningkat dari 12 persen pada 2015 menjadi 22 persen pada 2050. Jumlah 2,1 miliar pada 2050 diperkirakan setara dengan sekitar 20 persen populasi dunia.

Perubahan struktur usia tersebut membuat penyesuaian sistem menjadi kebutuhan penting. Peringatan ini mendorong perhatian terhadap akses lansia pada layanan kesehatan, perlindungan sosial, tempat tinggal, kesempatan bekerja, pendidikan sepanjang hayat, serta perlindungan dari diskriminasi berdasarkan usia.

Kemampuan seseorang untuk tetap mandiri tidak hanya dipengaruhi oleh pertambahan usia. Lingkungan tempat tinggal, dukungan keluarga dan masyarakat, serta akses terhadap layanan kesehatan juga berperan dalam menentukan kemampuan lansia menjalani aktivitas sehari-hari.

Perlindungan dari kekerasan

Agenda tersebut sejalan dengan Decade of Healthy Ageing 2021–2030 yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup lansia, keluarga, dan komunitas. Fokusnya meliputi perubahan cara pandang terhadap usia dan ageism, pembangunan komunitas yang mendukung kemampuan lansia, penyediaan layanan kesehatan terpadu sesuai kebutuhan individu, serta perluasan akses terhadap perawatan jangka panjang.

Perlindungan hak dan keselamatan juga menjadi bagian penting. WHO memperkirakan sekitar satu dari enam orang berusia 60 tahun ke atas mengalami kekerasan setiap tahun di lingkungan komunitas. Bentuknya dapat berupa kekerasan fisik, seksual, psikologis, emosional, dan finansial, termasuk penelantaran serta tindakan yang menghilangkan martabat.

Karena itu, Hari Lansia Internasional tidak hanya menjadi momentum untuk menghargai kontribusi orang lanjut usia, tetapi juga untuk mendorong terciptanya lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung. Tema 2026 menekankan bahwa kehidupan yang lebih panjang perlu diiringi kesehatan, kemandirian, keamanan, dan martabat.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer