Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta memberikan peringatan kepada masyarakat terkait potensi penipuan yang mengatasnamakan proses aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Kepala Disdukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menegaskan bahwa aktivasi IKD hanya bisa dilakukan melalui pertemuan tatap muka langsung, bukan melalui telepon, SMS, atau pesan WhatsApp.
Penipuan terkait aktivasi IKD tidak hanya menargetkan masyarakat umum, namun juga mencoba menyasar pejabat di internal Dukcapil. Maraknya kasus penipuan ini telah membuat Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri mengeluarkan surat edaran agar masyarakat waspada dan berhati-hati. Proses aktivasi IKD dilakukan oleh petugas resmi Dukcapil melalui program jemput bola yang bekerja sama dengan pengurus RT/RW.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Nuchbatillah, juga mengungkapkan bahwa dia pernah menjadi target penipuan terkait aktivasi IKD. Pentingnya meningkatkan sosialisasi dan kehati-hatian dalam berkomunikasi terkait aktivasi IKD dititikberatkan sebagai langkah preventif untuk melindungi data pribadi masyarakat dari potensi kejahatan siber. Teknologi harus digunakan dengan bijak dan tetap berpegang pada prosedur resmi yang telah ditentukan oleh Dukcapil untuk keamanan bersama.


