Wednesday, April 22, 2026
HomeLintas KotaWarga Jakarta Selatan Resah Terkait Peredaran Beras Oplosan

Warga Jakarta Selatan Resah Terkait Peredaran Beras Oplosan

Sejumlah warga di Jakarta Selatan merasa resah dengan adanya peredaran beras oplosan yang diduga dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan DKI Jakarta. Pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Nisa, mengungkapkan bahwa sekitar 10 hingga 15 persen pembeli mengeluh tentang kualitas beras yang mereka beli, membuat mereka ragu untuk berbelanja. Nisa menegaskan bahwa sebagai pedagang, mereka hanya memesan dan menerima pasokan dari distributor tanpa mengetahui asal-usul beras tersebut.

Warga lainnya, seperti Budi, juga merasa dirugikan karena kualitas beras yang dipertanyakan akibat oplosan. Budi menginginkan tindakan tegas dari pemerintah untuk mencegah praktik curang semakin merajalela. Sementara itu, pedagang warung nasi bernama Ira Suwito mengkhawatirkan dampak kesehatan dari mengonsumsi beras oplosan yang bisa tercampur dengan bahan kimia berbahaya.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta telah melakukan uji laboratorium terakreditasi terhadap beras merek SP dan SR yang diproduksi oleh FS untuk memastikan mutu premium. Hasudungan Sidabalok, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, menanggapi indikasi pelanggaran kualitas beras di ritel modern, FS, dan BUMD pangan DKI Jakarta telah dipanggil oleh Bareskrim Polri terkait kasus tersebut.

Tindakan tegas dan penegakan hukum diharapkan oleh masyarakat agar peredaran beras oplosan dapat diatasi dan tidak membahayakan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat. Keberadaan beras oplosan merupakan ancaman serius terhadap ketersediaan pangan yang sehat dan tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk pangan yang beredar di pasaran. Semua pihak, termasuk pemerintah dan BUMD terkait, diharapkan bekerja sama untuk mengatasi masalah ini demi kesejahteraan bersama.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer