Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) telah menyatakan kesiapannya untuk menyosialisasikan program bantuan pembiayaan rumah subsidi kepada para tenaga migran di Hong Kong dan Malaysia. Ara mengungkapkan rencananya untuk mengirim staf ke dua negara tersebut guna melakukan sosialisasi dan edukasi terkait investasi dalam kepemilikan rumah pertama. Tujuannya adalah agar para tenaga migran dapat menggunakan uangnya untuk investasi yang berkelanjutan, bukan hanya untuk keperluan konsumtif. Pemerintah telah memberikan kemudahan di sektor perumahan melalui kebijakan BPHTB 0 persen, penghapusan retribusi PBG, dan pembebasan PPN rumah subsidi hingga Juni 2025. BP Tapera juga telah mengalokasikan penyaluran pembiayaan perumahan pada tahun 2025, termasuk 20.000 unit rumah untuk tenaga migran melalui kerja sama dengan BP2MI. Selain itu, BP Tapera telah menginformasikan kepada bank penyalur FLPP bahwa semua golongan, termasuk PNS, Non PNS, dan Non Fixed Income, dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut dengan memenuhi persyaratan yang berlaku. Proses akad dan serah terima kunci direncanakan akan dilakukan pada tanggal 8 Mei 2025. Ini merupakan momentum yang tepat bagi tenaga migran untuk memiliki dan membeli rumah pertama mereka.


