Pada Minggu (13/4), beberapa peristiwa menarik terjadi di DKI Jakarta, antara lain nelayan Muara Angke yang melakukan unjuk rasa terkait penggunaan VMS dan penggunaan truk sampah bertenaga listrik. Puluhan nelayan dari Gerakan Bangkit Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) Jakarta menolak kewajiban penggunaan Vessel Monitoring System (VMS) yang diberlakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah memperbarui armadanya dengan truk sampah bertenaga listrik untuk mengurangi polusi udara. Selain itu, Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan memantau data pendatang baru secara daring dan mencatat bahwa 148 pendatang pindah ke wilayah Jakarta Selatan setelah libur Lebaran. DKI Jakarta juga menerapkan syarat marbut agar bisa ikut program umrah gratis tahun 2026, termasuk sudah mengabdi minimal 15 tahun sebagai pengurus masjid. Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan dinamika yang terjadi di DKI Jakarta dan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta pelayanan kepada masyarakat.
Unjuk Rasa Nelayan DKI: Truk Sampah Listrik Jadi Sorotan
RELATED ARTICLES


