PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memprediksi bahwa konsumsi listrik di Jakarta akan mengalami penurunan hingga 20 persen selama mudik Lebaran 2025. Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, menyebut bahwa penurunan ini disebabkan oleh aktivitas mudik yang menyebabkan penggunaan listrik dari industri, perkantoran, dan rumah tangga menurun.
Pasokan listrik di tahun ini juga mengalami penurunan jika dibandingkan lima tahun terakhir, terutama hingga bulan Maret. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pola penggunaan listrik yang lebih rendah selama bulan itu. PLN UID Jakarta Raya juga memberikan imbauan kepada warga Jakarta untuk memeriksa keamanan instalasi listrik di rumah sebelum mudik Lebaran 2025, guna mencegah terjadinya korsleting listrik.
Untuk memastikan listrik tetap menyala selama mudik, disarankan untuk memilah pemakaian listrik yang diperlukan, mengisi token listrik, dan membayar tagihan listrik terlebih dahulu. Selain itu, meletakkan perlengkapan listrik seperti colokan, kabel roll, dan kulkas di posisi tinggi juga disarankan untuk menghindari risiko banjir.
PLN UID Jakarta Raya menjamin pasokan daya listrik sebesar 1.900 MegaWatt untuk wilayah Jakarta selama Idul Fitri 1446 Hijriah. Pasokan tersebut merupakan selisih dari total “load” enam subsistem PLN UID Jakarta Raya sebesar 7.500 MW dan beban puncak UID Jaya sebesar 5.600 MW. Semua langkah ini diambil untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama periode mudik dan merayakan Idul Fitri.








