Wamen ESDM: Harga Pertamax Ikuti Pasar Minyak Dunia
Menurut Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti pertamax mengikuti harga pasar minyak dunia. Hal ini disampaikan Yuliot setelah acara The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 di Jakarta.
Rumus Harga BBM Nonsubsidi
Pertamina memiliki rumus tersendiri untuk menghitung harga BBM nonsubsidi, seperti pertamax. Salah satunya dengan memperhitungkan biaya pokok penyediaan (BPP) ditambah margin keuntungan. Harga pertamax sendiri dipengaruhi oleh harga rata-rata minyak dunia. Dari situ, BPP dari Pertamina dan margin keuntungan ditentukan.
Kenaikan Harga BBM
Pada 1 September 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) mengalami perubahan. Pertamina mengumumkan kenaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi, seperti Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green. Di Jabodetabek, harga Dexlite menjadi Rp23.700 per liter, Pertamina Dex Rp25.200 per liter, Pertamax Turbo Rp19.600 per liter, dan Pertamax Green Rp19.150 per liter.
Harga Pertamax tetap stabil di Rp15.950 per liter sejak 1 Agustus 2026. Sementara BBM penugasan dan subsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan harga.
Kondisi Harga Minyak Dunia
Mengutip Sputnik, harga minyak mentah Brent global naik hingga 96 dolar AS per barel di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Hal ini mencerminkan kenaikan yang signifikan dari harga awal Agustus lalu.
Pada akhir Agustus 2026, harga minyak mentah Brent sempat turun ke 86,2 dolar AS per barel, tetapi kembali naik di awal September. Begitu pula dengan harga kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI) yang naik menjadi 92,20 dolar AS per barel.
Situasi geopolitik yang tidak stabil dapat berdampak langsung pada harga minyak dunia, termasuk turun naiknya harga BBM di dalam negeri.
Sumber: ANTARA


