Friday, September 11, 2026
HomeBisnisPemanfaatan Limbah Pertanian: Model In Situ dan Ex Situ

Pemanfaatan Limbah Pertanian: Model In Situ dan Ex Situ

BRMP Usulkan Model Pemanfaatan Limbah Pertanian Inovatif

Jakarta – Perekayasa dari Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Mektan Agung Prabowo, mengungkapkan bahwa model mekanisasi melalui pendekatan In situ dan Ex situ dapat memaksimalkan pemanfaatan residu atau limbah pertanian untuk menambah nilai ekonomi.

Pendekatan Inovatif untuk Meningkatkan Pemanfaatan Limbah Pertanian

Agung menyoroti potensi besar residu tanaman sebagai hasil dari produktivitas pertanian yang tinggi, dimana rasio produk dan biomassa mencapai satu banding satu. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan paradigma dalam memandang residu tanaman bukan sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan melalui mekanisasi pertanian yang lebih canggih.

Dalam model yang diusulkan, residu pertanian dibagi menjadi dua jalur pengelolaan. Pertama, pendekatan In situ, dimana residu tetap dimanfaatkan di lahan dengan berbagai proses mulai dari chopping, spreading, incorporation, merging, hingga pengelolaan tanah. Kedua, pendekatan Ex situ, dimana residu dikumpulkan untuk diproses lebih lanjut atau disimpan dalam fasilitas penyimpanan.

Model ini berpotensi menghasilkan manfaat signifikan, seperti pemanfaatan residu pertanian sebagai media tanam untuk komoditas tertentu, produksi pupuk, pakan ternak, dan lain sebagainya.

Pemilihan Pendekatan yang Tepat

BRMP menekankan bahwa kedua pendekatan tersebut harus dipilih berdasarkan kondisi lokasi yang spesifik. Proporsi antara residu yang kembali ke lahan dan yang digunakan lebih lanjut harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Agung mencatat bahwa sekitar 40 persen dari residu pertanian bisa dimanfaatkan secara Ex situ. Oleh karena itu, keputusan mengenai pemanfaatan residu harus dilakukan dengan pendekatan yang diperhitungkan secara khusus untuk setiap lokasi.

Pemanfaatan residu dari pertanian diharapkan dapat mendukung berbagai sektor, mulai dari pertanian dan peternakan hingga energi dan industri. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan dan energi di Tanah Air.

Dengan pengembangan model mekanisasi yang inovatif, diharapkan sistem pertanian dapat menjadi lebih terintegrasi dan mendukung penerapan ekonomi sirkular melalui penggunaan biomassa serta pengurangan pembakaran residu pertanian.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer