Penanganan Masalah Sampah di DKI Jakarta Menjadi Fokus Utama
Anggota DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, menekankan bahwa penanganan masalah sampah di Jakarta perlu dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga ke hilir. Dengan jumlah produksi sampah yang mencapai 9.000 ton setiap harinya, langkah-langkah tegas diperlukan.
Solusi dari Sumber dan Pengelolaan Sampah
Judistira Hermawan menyatakan bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya dengan menghentikan pembuangan di satu lokasi. Pengurangan sampah sejak dari sumber dan penyediaan fasilitas pengolahan di hilir menjadi kunci utama dalam penyelesaian masalah ini.
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta membuka kemungkinan untuk mengelola sebagian sampah Jakarta di wilayah sekitar maupun di luar Jakarta, asalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini dilakukan sebagai respon terhadap kondisi darurat sampah di Jakarta.
Pendekatan Komprehensif terhadap Masalah di Nagrak
Khusus terkait dengan penanganan gunungan sampah di Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Judistira Hermawan menyoroti perlunya pendekatan komprehensif. Hal ini mencakup regulasi pembuangan sampah liar dan juga solusi untuk masyarakat yang beraktivitas di lokasi tersebut.
Penertiban pembuangan sampah liar tetap menjadi prioritas, namun solusi bagi masyarakat yang bergantung pada pemilahan sampah juga harus disiapkan secara bersama.
Judistira Hermawan menegaskan bahwa dengan adanya solusi yang jelas, ketegangan yang terjadi bisa mereda, dan langkah-langkah preventif lebih mudah diimplementasikan.
Sumber: ANTARA News


