Uji Coba Tabung CNG 3 KG: Langkah Menuju Pemanfaatan Lebih Luas
Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan uji coba tabung CNG 3 kg sebagai langkah menuju pemanfaatan yang lebih luas kepada masyarakat. Meskipun saat ini masih terbatas bagi mereka yang berada di internal Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), evaluasi terus dilakukan untuk memastikan kinerja dan manfaatnya.
Penggunaan Terbatas
Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman, uji coba tersebut masih terbatas di lingkungan Lemigas. Masyarakat yang terlibat dalam uji coba ini diantaranya adalah para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di dalam Balai Besar Pengujian tersebut.
Laode menyampaikan bahwa selama satu bulan terakhir, uji coba tabung CNG 3 kg sudah memasuki tahap penggunaan langsung, tidak hanya fokus pada uji coba tabung semata.
Tantangan Teknis
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa meskipun CNG bukan merupakan teknologi baru, pemanfaatannya masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di sektor tertentu. Tantangan utama yang dihadapi adalah aspek teknis, mengingat tekanan gas CNG yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan LPG.
Pemerintah terus melakukan kajian dalam penggunaan CNG sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kg untuk mengurangi ketergantungan impor energi. Keunggulan CNG, menurut Bahlil, terletak pada ketersediaan bahan bakunya yang melimpah di dalam negeri, termasuk cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang potensial untuk kebutuhan domestik.


