IHSG Menguat Ditopang Laporan Kinerja Emiten
Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa bergerak menguat ditopang oleh laporan kinerja keuangan emiten-emiten periode kuartal II-2026. IHSG dibuka menguat 20,28 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.254,78, sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,27 poin atau 0,36 persen ke posisi 626,20.
Potensi Rebound IHSG dan Faktor Pendukungnya
Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, IHSG masih berpotensi untuk rebound dan menguji resistance di level 6,250-6,300. Dari dalam negeri, emiten di pasar modal Indonesia mulai melaporkan kinerja keuangan periode kuartal II-2026, yang sebagian besar menunjukkan fundamental yang solid, terutama pada sektor perbankan, telekomunikasi, serta konsumsi.
Seiring dengan itu, indeks PMI Manufacturing Indonesia membaik di level 50,2 pada Juli 2026, menandai level tertinggi sejak Februari 2026. Meskipun demikian, neraca perdagangan masih mencatat defisit 450 juta dolar AS pada Juni 2026, walaupun sudah membaik dari bulan sebelumnya.
Update Pasar Tenaga Kerja AS dan Harga Minyak
Di sisi internasional, kalender ekonomi Amerika Serikat (AS) didominasi oleh data pasar tenaga kerja, dengan sentimen yang berdampak pada harga minyak dunia. Harga minyak mentah melemah mendekati level 80 dolar AS per barel setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pembatalan rencana serangan ke Iran.
Pada perdagangan Senin (03/08), bursa saham regional Asia masih bervariasi, dengan beberapa indeks mengalami pelemahan, sementara Wall Street di AS menguat secara keseluruhan.
Semua faktor-faktor tersebut menjadi penentu bagi pergerakan IHSG dan sentiment pasar ke depan, dengan harapan IHSG dapat menjaga momentum positifnya.


