Wednesday, July 22, 2026
HomeFinansialPurbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Meningkat Jadi 2,85% PDB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Meningkat Jadi 2,85% PDB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Melebar Jadi 2,85 Persen dari PDB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan proyeksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada akhir tahun anggaran 2026. Menurutnya, defisit tersebut diperkirakan mencapai Rp734,3 triliun atau setara dengan 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Pada APBN tahun 2026, defisit sebelumnya ditargetkan sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen dari PDB. Namun, proyeksi terbaru menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, dipengaruhi oleh penyaluran belanja negara yang melebihi target awal.

Penyaluran Belanja Negara dan Proyeksi Realisasi

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, belanja negara diperkirakan akan mencapai Rp3.942,4 triliun, atau sekitar 102,6 persen dari target awal Rp3.842,7 triliun. Belanja pemerintah pusat diprediksi akan mencapai Rp3.245,5 triliun, setara dengan 103 persen dari target awal Rp3.149,7 triliun.

Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) diperkirakan mencapai Rp1.630,4 triliun, atau 107,9 persen dari pagu Rp1.510,5 triliun. Sementara belanja non-K/L diproyeksikan sebesar Rp1.615,1 triliun, atau 98,5 persen dari Rp1.639,2 triliun.

Realisasi transfer ke daerah juga diprediksi hampir mencapai target yang ditetapkan, yakni sekitar Rp696,9 triliun atau setara dengan 100,6 persen dari target Rp693 triliun.

Pendapatan Negara dan Proyeksi Realisasi

Selain belanja negara, pendapatan negara juga diproyeksikan melebihi target APBN 2026. Diperkirakan bahwa pendapatan negara akan mencapai Rp3.208,1 triliun atau sekitar 101,7 persen dari pagu Rp3.153,6 triliun.

Penerimaan perpajakan diproyeksikan mencapai Rp2.631,4 triliun, atau 97,7 persen dari pagu Rp2.693,7 triliun, terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp2.310,8 triliun dan kepabeanan serta cukai sebesar Rp320,6 triliun.

Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diperkirakan juga akan melampaui target awal, yakni sebesar Rp575,1 triliun atau sekitar 125,2 persen dari pagu Rp459,2 triliun.

Dengan proyeksi tersebut, keseimbangan primer diperkirakan akan mengalami defisit sekitar Rp152,1 triliun, lebih tinggi dari target awal APBN 2026 senilai Rp89,7 triliun.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer