Mentan Amran Tingkatkan Produktivitas Pertanian Merauke dengan PM AAS
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat transformasi pertanian di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, melalui penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS) guna mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
PM AAS merupakan kombinasi antara metode Amerika, metode Indonesia, dan metode China. Menurut Mentan, dengan penerapan PM AAS, produksi pertanian bisa meningkat hingga dua kali lipat dengan target produksi mencapai 10 hingga 12 ton per hektare.
Metode PM AAS dan Dampaknya
Metode budidaya modern ini menggabungkan mekanisasi, penggunaan varietas unggul spesifik lokasi, pola tanam baru, dan pendampingan intensif. Hal ini diyakini dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani di wilayah Merauke.
Penelitian dan pilot project yang dilakukan menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. PM AAS tidak hanya mengandalkan teknologi pertanian modern, tetapi juga mengubah sistem budidaya dengan pengaturan jarak tanam yang lebih optimal, peningkatan populasi tanaman, penggunaan varietas unggul sesuai karakter wilayah, serta pemupukan yang lebih presisi.
Penerapan PM AAS di Merauke
Menteri Pertanian berharap penerapan PM AAS di Merauke dapat berjalan sejalan dengan program cetak sawah rakyat dan optimasi lahan guna memperkuat ketahanan pangan nasional di Papua. Varietas yang direkomendasikan untuk Merauke adalah yang toleran terhadap kondisi lahan rawa pasang surut serta hama endemik seperti tungro.
Drone dan drum seeder menjadi salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk menyebar benih dan menanam secara efisien, dengan biaya yang lebih terjangkau bagi petani. Melalui pendekatan ini, diharapkan produktivitas pertanian meningkat dan pendapatan petani terdongkrak.
Isu pertanian menjadi fokus penting dalam upaya mencapai swasembada pangan di Indonesia, dan penerapan PM AAS di Merauke menjadi salah satu langkah inovatif untuk mencapai tujuan tersebut.


