Sunday, May 17, 2026
HomeFinansialInflasi BPS NTT April 2026: Tumbuh 2,62%

Inflasi BPS NTT April 2026: Tumbuh 2,62%

Inflasi NTT pada April 2026 Mencapai 2,62 Persen Menurut BPS

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa inflasi tahunan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan April 2026 mencapai 2,62 persen. Hal ini diumumkan oleh Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, di Kupang pada hari Senin.

Penyebab Inflasi

Menurut Matamira, inflasi tahunan yang terjadi pada bulan April 2026 disebabkan oleh kenaikan harga pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memiliki andil inflasi tertinggi sebesar 1,01 persen, diikuti oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,88 persen. Sementara itu, kelompok pendidikan mengalami deflasi sebesar 2,6 persen.

Komoditas Penyumbang Inflasi

Beberapa komoditas utama yang menjadi pendorong inflasi pada bulan April 2026, antara lain emas perhiasan dengan andil tertinggi 0,87 persen, diikuti oleh angkutan udara sebesar 0,35 persen. Komoditas lainnya yang ikut mendorong inflasi adalah daging ayam ras, cabai rawit, dan bahan bakar rumah tangga. Di sisi lain, beberapa komoditas seperti ikan tembang, biaya pendidikan sekolah menengah atas, bawang putih, pisang, serta sawi hijau justru menghambat inflasi tahunan.

Secara bulanan, NTT juga mengalami inflasi sebesar 0,43 persen, dengan inflasi tahun kalender sebesar 1,79 persen. Terjadi kenaikan harga pada 9 dari 11 kelompok pengeluaran, dengan komoditas utama penyumbang inflasi bulanan antara lain cabai rawit, angkutan udara, tomat, bahan bakar rumah tangga, dan telepon seluler.

Inflasi Tertinggi dan Terendah

Inflasi tertinggi terjadi di Waingapu sebesar 3,49 persen dengan IHK sebesar 112,91, sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Ngada sebesar 2,03 persen dengan IHK 110,38.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer