Melihat kondisi pasar saham yang dipengaruhi oleh perang antara Amerika Serikat dan Iran, Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, menekankan pentingnya fokus pada saham yang memiliki fundamental solid dan valuasi murah. Perang tersebut telah memicu investor global untuk mengurangi aset berisiko dan beralih ke aset safe haven akibat lonjakan harga minyak di pasar global. Harga minyak dunia jenis WTI dan Brent terus naik, meningkatkan risiko inflasi secara global dan berpotensi memengaruhi suku bunga serta pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, penurunan outlook kredit Indonesia oleh Fitch Ratings dari “stable” menjadi “negative” menimbulkan kekhawatiran investor terhadap kebijakan fiskal dan stabilitas makro. Dalam situasi ini, Nafan merekomendasikan agar pelaku pasar memilih saham dengan fundamental yang solid, valuasi yang murah, serta memperhatikan manajemen risiko dengan disiplin. Data perdagangan menunjukkan IHSG melemah seiring dengan bursa saham kawasan Asia. Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Straits Times juga mengalami pelemahan. Dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis, penting bagi investor untuk tetap selektif dan cermat dalam mengalokasikan investasi mereka.


