Sunday, February 8, 2026
HomeBursaDampak Positif Demutualisasi Terhadap Bursa Saham

Dampak Positif Demutualisasi Terhadap Bursa Saham

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, melalui Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir, mengapresiasi konsep demutualisasi bursa efek sebagai langkah yang dapat mengurangi konsentrasi kepemilikan serta mendorong penguatan, pendalaman, dan pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan. Pandangannya didasarkan pada pengalaman bursa efek di berbagai negara yang telah lebih dulu menerapkan demutualisasi dan telah menunjukkan hasil yang konsisten dan positif. Dalam forum IES 2026 di Jakarta, Pandu menjelaskan bahwa demutualisasi dapat memisahkan peran antara pemilik hingga pengawas, mengurangi potensi konflik kepentingan. Di beberapa negara seperti Hong Kong dan India, investor institusional termasuk sovereign wealth fund (SWF) dapat menjadi pemegang saham, namun fungsi pengaturan dan pengawasan tetap di tangan regulator.

Pengalaman internasional menunjukkan bahwa setelah demutualisasi, bursa efek menjadi lebih besar, dalam, dan kuat seiring berjalannya waktu. Hal ini membuktikan bahwa demutualisasi dapat memperkuat tata kelola bursa melalui pengawasan yang ketat, akuntabilitas yang jelas, serta pembagian kewenangan yang tegas. Selain itu, model demutualisasi juga dianggap dapat meningkatkan integritas pasar, membuka akses pada permodalan yang lebih luas, mempercepat pengambilan keputusan, dan mendukung pengembangan bisnis dan inovasi baru.

Meskipun kerangka undang-undang untuk demutualisasi bursa efek telah tersedia, pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut melalui peraturan pemerintah (PP) yang diserahkan sepenuhnya kepada regulator, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Danantara Indonesia telah menyatakan minatnya untuk menjadi salah satu pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses demutualisasi dilakukan. CEO Danantara Rosan Roeslani menyambut positif rencana percepatan demutualisasi BEI sebagai langkah transformasi struktural pasar modal nasional. Skema masuknya, apakah melalui penawaran umum perdana saham (IPO) atau mekanisme lain, masih dalam tahap penilaian untuk memilih struktur terbaik dalam proses demutualisasi.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer