Empat petani paruh baya di Desa Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, melaksanakan panen padi di bawah sinar matahari. Dengan menggunakan alat perontok tradisional, mereka memisahkan butir padi dari jerami dengan teliti dan penuh ketulusan. Proses panen dilakukan dengan cermat dan penuh semangat meskipun lelah terlihat di wajah mereka.
Sejak Januari 2025, Perum Bulog Cabang Cirebon membentuk Tim Jemput Gabah untuk memastikan harga yang layak bagi petani. Tim ini terdiri dari 50 personel yang terbagi ke dalam empat wilayah, dengan tujuan memutus rantai tengkulak dan memberikan keadilan bagi petani. Setiap hari, mereka aktif mengecek hasil panen petani, memastikan kualitas gabah sebelum diangkut ke gudang Bulog.
Babinsa Desa Panawuan, Serka Tri Purnomo, juga turut terlibat dalam proses penjemputan gabah. Sebagai garda terdepan, ia berperan menjaga keamanan hasil panen petani dari tengkulak, serta memfasilitasi penyerapan gabah setiap hari. Dukungan dari pihak berwenang membuat petani semakin percaya untuk menjual langsung ke Bulog tanpa melalui perantara yang curang.
Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Ramaijon Purba, menegaskan pentingnya penjemputan gabah sebagai upaya nyata negara mendukung petani. Dengan harga yang stabil dan proses yang transparan, petani di Desa Panawuan merasakan dampak positif dari kehadiran Bulog. Semoga langkah-langkah ini terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menciptakan sistem yang adil bagi semua pihak.


