Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan bahwa jabatan gubernur yang didudukinya saat ini memberikan kesan terdalam dalam kariernya di pemerintahan Jakarta. Pada acara peluncuran buku biografinya yang berjudul “Panggung Depan Panggung Belakang Pramono Anung Wibowo (Bang Nung): Seuntai Kata dan Rupa”, Pramono mengungkapkan keinginannya untuk pensiun setelah berkarir selama puluhan tahun di dunia pemerintahan. Meskipun demikian, Pramono menerima tugas dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk maju sebagai Calon Gubernur Jakarta.
Pramono merasa bahwa jabatan Gubernur Jakarta memberikannya kedekatan yang nyata dengan masyarakat serta pengalaman pribadi yang berharga. Meskipun awalnya menolak tawaran untuk menjadi gubernur, Pramono menyadari bahwa jabatan tersebut bukan hanya administratif semata, melainkan kesempatan untuk lebih memahami serta membantu masyarakat secara langsung. Dalam acara tersebut, Pramono juga menunjukkan sisi personalnya dengan terharu membaca tulisan anak-anaknya dalam buku biografi yang menyoroti peran serta dalam menyelesaikan berbagai masalah nasional.
Pramono juga mengenang pesan dari ayahnya yang selalu mengingatkan tentang pentingnya menjauhi korupsi dan dedikasi dalam bekerja keras. Pesan tersebut menjadi prinsip hidup yang dipegang teguh oleh Pramono hingga saat ini. Dengan pengalaman dan kesempatan sebagai Gubernur Jakarta, Pramono bertekad untuk terus memberikan solusi nyata bagi masalah sehari-hari di kota besar tersebut.


