Pada pagi Selasa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa sebanyak 16 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur masih terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 30-80 cm akibat luapan Sungai Ciliwung. Hal ini disebabkan oleh hujan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya yang membuat Bendung Katulampa meningkat statusnya menjadi waspada pada hari sebelumnya. Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyatakan bahwa peningkatan status tersebut membuat 16 RT di Jakarta Timur terendam banjir karena luapan Sungai Ciliwung.
BPBD DKI Jakarta telah melakukan upaya untuk memantau genangan air di setiap wilayah dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan. Mereka juga memastikan bahwa saluran air berfungsi dengan baik dan menyediakan kebutuhan dasar bagi para korban banjir. Tujuan BPBD DKI Jakarta adalah agar genangan air segera surut dalam waktu cepat.
Data terakhir menunjukkan bahwa wilayah di Jakarta Timur yang terdampak banjir luapan Sungai Ciliwung pada Selasa pagi mencakup beberapa kelurahan dengan rincian ketinggian air dan penyebab banjir. Kelurahan Bidara Cina terdiri dari 4 RT dengan ketinggian air 35-55 cm akibat luapan Kali Ciliwung, sementara Kelurahan Kampung Melayu memiliki 4 RT dengan ketinggian air 50 cm juga karena luapan Kali Ciliwung. Selain itu, Kelurahan Cawang dan Kelurahan Cillitan juga terendam banjir dengan ketinggian air masing-masing 45-50 cm dan 80 cm akibat luapan Kali Ciliwung.
Penanganan banjir ini terus dilakukan dengan intensitas untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan warga yang terdampak. Warga di daerah terdampak diminta untuk selalu waspada dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan untuk menghadapi kondisi banjir ini. Antisipasi terhadap situasi banjir dan bencana lainnya perlu terus ditingkatkan demi keamanan bersama.
Copyright © ANTARA 2025


