Friday, February 13, 2026
HomeFinansialSMBC Salurkan Kredit Rp185,04 Triliun di Semester I: Naik 5%

SMBC Salurkan Kredit Rp185,04 Triliun di Semester I: Naik 5%

SMBC Indonesia terus menjaga ketahanan bisnis di tengah pasar yang dinamis, baik di dalam maupun luar negeri. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp185,04 triliun selama semester I 2025, mengalami peningkatan sebesar 5 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Menurut Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, pencapaian ini merupakan hasil dari upaya perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar yang dinamis.

Di antara faktor yang mendorong pertumbuhan kredit adalah kredit retail yang tumbuh 25 persen secara year on year (yoy), dengan kontribusi terbesar berasal dari joint finance sebesar 156 persen yoy, Jenius sebesar 15 persen yoy, Mikro sebesar 21 persen yoy, dan Grup OTO sebesar 7 persen yoy. Sementara itu, kredit korporasi dan komersial meningkat 4 persen yoy, sedangkan kredit usaha kecil dan menengah (UKM) mengalami penurunan sebesar 2 persen yoy.

SMBC Indonesia juga mencatatkan kenaikan biaya kredit sebesar 52 persen yoy, terutama disebabkan oleh pencadangan di segmen korporasi dan joint finance. Namun, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mengalami penurunan 8 persen yoy menjadi Rp109,8 triliun, terutama karena penurunan saldo rekening giro dan tabungan serta deposito berjangka.

Laporan keuangan konsolidasi menyatakan bahwa pendapatan operasional SMBC Indonesia naik 11 persen yoy menjadi Rp9,1 triliun, dengan pendapatan bunga bersih naik 15 persen yoy menjadi Rp8 triliun. Laba bersih setelah pajak selama semester pertama 2025 mencapai Rp1 triliun, meskipun mengalami penurunan 19 persen yoy dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja SMBC Indonesia juga didukung oleh anak usahanya, PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah), yang mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 16,6 persen yoy. Sementara dari sisi digitalisasi, Jenius menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan kredit dan DPK yang signifikan. Kredit Jenius tumbuh 13 persen yoy menjadi Rp3,5 triliun, sementara DPK meningkat 15 persen yoy menjadi Rp31,3 triliun. Jenius juga berhasil menambah jumlah pengguna terdaftar hingga 6,1 juta pada Juni 2025, naik 7 persen yoy.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer