Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan pemerintah menerima usulan Rusia untuk melanjutkan pembicaraan damai di Turki setelah didesak oleh Presiden AS Donald Trump. Zelenskyy menegaskan perlunya gencatan senjata penuh dan berkelanjutan untuk memberikan dasar bagi diplomasi. Dia juga menyampaikan harapannya agar Rusia tidak mencari alasan lain kali. Sebelumnya, Zelenskyy bersama dengan beberapa pemimpin negara Eropa mengusulkan deklarasi gencatan senjata selama 30 hari yang dijadwalkan dimulai pada 12 Mei.
Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian mengundang Kiev untuk melanjutkan pembicaraan damai di Turki setelah tertunda sejak Maret 2022. Presiden Turki, Erdogan, menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah perundingan antara Rusia dan Ukraina di Istanbul, demi mencapai solusi yang langgeng. Sebelum Zelenskyy menyatakan kesediaannya untuk berunding di Istanbul, Trump juga memberikan dukungan agar Ukraina setuju untuk bertemu dengan Rusia. Dia menekankan pentingnya pertemuan untuk mengetahui kemungkinan kesepakatan damai.
Trump menilai Ukraina harus segera menerima tawaran Putin untuk perundingan. Dia juga menyatakan keraguan mengenai kemampuan Ukraina untuk mencapai kesepakatan dengan Rusia tanpa campur tangan Amerika Serikat. Di akhir pesannya, Trump menekankan pentingnya pertemuan segera antara kedua negara. Selain itu, Perdana Menteri Rusia menolak kehadiran pasukan Eropa di Ukraina, menyebutnya sebagai ancaman langsung. Istanbul pun siap menjadi tempat perundingan antara Rusia dan Ukraina.


