Produsen kendaraan elektrik asal China, Avatr, mengambil langkah hukum terhadap seorang bloger otomotif bernama “Zurich Bei Le Ye” karena menyebarkan informasi yang salah tentang koefisien hambatan mobil Avatr 12. Tuntutan tersebut dilakukan melalui surat resmi dari pengacara Avatr kepada bloger tersebut, dengan menginstruksikan untuk menghapus semua artikel dan video yang dipublikasikan antara 2 Mei dan 10 Mei 2025 di berbagai platform media sosial. Avatr juga menuntut bloger tersebut untuk menyampaikan permintaan maaf dan memasang pernyataan permintaan maaf tersebut selama 30 hari berturut-turut di akun media sosialnya guna mengurangi dampak negatif terhadap reputasi Avatr.
Kontroversi mengenai koefisien hambatan mobil Avatr 12 muncul setelah Zurich Bei Le Ye merilis sebuah video yang menunjukkan hasil pengujian mobil Avatr dengan koefisien hambatan yang lebih tinggi daripada angka resmi yang diumumkan oleh Avatr. Video tersebut menciptakan perdebatan luas dan bahkan menarik perhatian CEO Tesla, Elon Musk. Avatr merespons tuduhan tersebut dengan melakukan pengujian langsung di China Automotive Engineering Research Institute (CAERI) yang memvalidasi klaimnya dan menunjukkan bahwa koefisien hambatan Avatr 12 sesuai dengan yang diiklankan, yaitu 0,21 Cd dalam kondisi optimal.
Namun, Zurich Bei Le Ye terus menerbitkan konten yang menyiratkan manipulasi hasil uji coba oleh Avatr serta kolusi dengan pihak lain. Avatr membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa pengujian mereka transparan dan disaksikan oleh pihak berwenang. Produsen mobil tersebut menilai tuduhan Zurich Bei Le Ye sebagai pencemaran nama baik yang tidak berdasar dan telah merugikan citra merek mereka. Saat ini, bloger Zurich Bei Le Ye belum memberikan tanggapan terhadap tuntutan hukum dari Avatr.


