Perekonomian Jakarta diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sebesar 4,6 persen pada tahun 2025. Hal ini diprediksi berdasarkan proyeksi investasi dan sektor konstruksi yang terus mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Arlyana Abubakar, menjelaskan bahwa proyek-proyek strategis yang berlangsung secara multitahun akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Selain itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, telah meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat kepolisian untuk mencegah terjadinya tawuran di wilayah Jakarta. Langkah ini diambil setelah terjadi insiden tawuran di daerah Manggarai, Jakarta Selatan pada Minggu sebelumnya. Pramono menekankan pentingnya koordinasi antara Satpol PP dan kepolisian dalam pencegahan serta penanganan kasus tawuran.
Di sisi lain, resmikan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jagakarsa, Jakarta Selatan. Proyek ini dikerjakan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Mereka merasa senang karena telah berhasil menyerahkan rusunawa tersebut kepada calon penghuni dari kalangan disabilitas.
Meskipun kebijakan ganjil genap kendaraan telah diterapkan sebagai upaya rekayasa lalu lintas di Jakarta, Anggota DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyatakan bahwa kebijakan tersebut belum mampu mengatasi masalah kemacetan secara efektif. Menurutnya, permasalahan kemacetan Jakarta bersifat struktural sehingga diperlukan solusi yang lebih komprehensif.
Terakhir, Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengantisipasi kemungkinan banjir produk asal Tiongkok sebagai dampak dari kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hal ini dilakukan karena ada potensi barang-barang Tiongkok dialihkan ke pasar Indonesia setelah tidak dapat diekspor ke Amerika. Sebagai salah satu pasar yang menjanjikan, Indonesia perlu melakukan langkah-langkah antisipasi yang tepat.


