Badan Gizi Nasional siap mengucurkan dana sebesar Rp400 miliar untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa jika DIY mampu mendirikan 386 SPPG, uang sebesar Rp400 miliar akan dialokasikan ke wilayah tersebut. Dana tersebut merupakan dukungan finansial untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan juga untuk membangkitkan ekonomi lokal.
Dadan Hindayana juga mendorong BUMDES di daerah tersebut untuk bermitra dengan BGN dalam pembangunan SPPG dan sebagai pemasok MBG. Beliau menekankan bahwa SPPG tidak memerlukan bangunan baru, tetapi dapat memanfaatkan bangunan yang sudah ada namun tidak terpakai. Misalnya, mengubah restoran, kafe, atau rumah yang tidak digunakan menjadi satuan pelayanan pemenuhan gizi.
Di Kabupaten Sleman, diperkirakan akan ada 111 SPPG untuk mendukung program MBG di sana. Dengan berdirinya 15 satuan pelayanan, diharapkan perekonomian akan semakin bergerak. Menurut Dadan Hindayana, jika bisa mencapai 111 satuan pelayanan, maka akan ada dana sebesar Rp120 miliar yang mengalir ke Sleman. Beliau juga menegaskan pentingnya penggunaan bahan baku lokal untuk mendukung program tersebut.
Pada tanggal 8 Mei, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar bersama dengan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana meresmikan operasionalisasi SPPG BUMDES Tridadi di Kabupaten Sleman dan 14 SPPG lainnya di Yogyakarta untuk mendukung program-program gizi tersebut.


