Investor yang cenderung wait and see terhadap ketidakstabilan perekonomian global membuat pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) di Indonesia hanya mencapai 2,12 persen year-on-year pada triwulan I 2025 menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. Angka tersebut mengalami perlambatan dari triwulan sebelumnya dan triwulan I 2024. Penurunan permintaan barang modal menjadi penyebab utama perlambatan pertumbuhan PMTB. Meskipun demikian, peningkatan impor barang modal, terutama mesin dan kendaraan, tetap membuat PMTB tumbuh positif secara tahunan. Subkomponen PMTB yang masih tumbuh kuat antara lain mesin, perlengkapan, kendaraan, dan investasi bangunan gedung. Walaupun beberapa subkomponen mengalami pelemahan, perlambatan pertumbuhan PMTB pada triwulan I 2025 tidak seburuk beberapa kuartal sebelumnya. Sektor bangunan mendapat dorongan positif, sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan mencapai 4,87 persen yoy. Meskipun terjadi kontraksi jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah perlambatan ekonomi global.


