Tuesday, January 13, 2026
HomeBisnisMenteri Trenggono Dorong Tingkatkan Ekspor Tuna dengan Cold Storage

Menteri Trenggono Dorong Tingkatkan Ekspor Tuna dengan Cold Storage

Pembangunan pelabuhan perikanan ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas nelayan, tetapi juga sebagai simbol pertumbuhan ekonomi wilayah yang berkelanjutan. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan kepentingan fasilitas cold storage (gudang pendingin) dalam menjaga mutu hasil tangkapan untuk meningkatkan daya saing dan memperluas ekspor tuna ke berbagai negara. Pada peresmian Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Morotai, Maluku Utara, Trenggono menyatakan optimisme terhadap peningkatan ekspor ikan tuna sirip kuning ke negara-negara seperti Jepang dan Singapura. SKPT Morotai dilengkapi dengan cold storage berkapasitas besar yang mampu menyimpan ikan tuna sirip kuning hingga ke suhu minus 60 derajat, membuatnya lebih segar dan siap untuk diekspor. Trenggono melihat SKPT Morotai sebagai simbol pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir, khususnya di pulau terluar, yang merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan laut serta memperkuat ekonomi kelautan. Selain itu, kehadiran SKPT Morotai mendekatkan layanan infrastruktur perikanan kepada masyarakat di wilayah strategis dan perbatasan, yang perlu dikelola secara berkelanjutan. Pembangunan pelabuhan perikanan SKPT Morotai merupakan hasil bantuan langsung pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), dengan anggaran Rp115.710.859.000. Berbagai fasilitas di dalamnya termasuk ice flake machine, kantor administrasi, seawall, barak nelayan, mess pegawai, gudang logistik, hingga integrated cold storage dengan kapasitas 200 ton. SKPT Morotai mengusung konsep pembangunan kelautan dan perikanan berbasis wilayah, dengan pendekatan manajemen kawasan yang terintegrasi, efisien, bermutu, dan akseleratif. Terletak di Maluku Utara dan berbatasan dengan kawasan Pasifik, Morotai memiliki potensi perikanan yang besar, terutama untuk ikan tuna sirip kuning. Data menunjukkan bahwa produksi ikan tuna sirip kuning di SKPT Morotai mencapai 1.382 ton dengan total nilai produksi mencapai Rp65,83 miliar pada tahun 2024, yang berasal dari beberapa desa di Morotai. Dengan kehadiran SKPT baru dan rencana pembangunan lanjutan seperti dermaga dan breakwater, total kapal diharapkan akan bertambah menjadi 175 unit dengan total produksi estimasi 39.100 ton per tahun, yang akan menyerap tenaga kerja hingga 1.320 orang. Head of Representatives JICA, Sachiko Takeda, menyatakan dukungan fiskal program ini untuk pengembangan fasilitas pelabuhan perikanan di pulau-pulau terluar yang digagas oleh KKP. Takeda melihat potensi SKPT Morotai dengan fasilitas rantai dingin ini sebagai peluang untuk menjadikan ikan tuna sirip kuning sebagai sashimi yang dapat diekspor langsung ke Jepang, mengingat hubungan strategis antara Jepang dan Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer