Serial terbaru Netflix berjudul “Adolescence” menyajikan cerita tentang kehidupan remaja sambil mengangkat isu fenomena incel atau involuntary celibacy. Dalam serial ini, karakter Jamie menyoroti sisi gelap dunia maya dengan kehadiran komunitas yang membawa kebencian terhadap perempuan dan berpotensi memicu tindakan kekerasan. Fenomena incel dan manosphere yang ditampilkan dalam serial ini membuka diskusi penting mengenai maskulinitas yang beracun, kesepian, dan potensi kekerasan gender. Arti incel sebenarnya berakar dari laki-laki yang merasa tidak mampu menjalin hubungan seksual atau romantis karena merasa ditolak oleh perempuan atau sistem sosial. Fenomena incel merupakan bagian dari manosphere yang dihuni oleh komunitas laki-laki dengan pandangan misoginis, di mana perempuan sering kali diposisikan sebagai objek semata. Aksi kekerasan yang dikaitkan dengan individu incel menunjukkan bahwa ideologi ini dapat bermetamorfosis menjadi terorisme domestik yang nyata. Ancaman ini memerlukan intervensi komprehensif dengan meningkatkan literasi digital, kesadaran gender, dan pengawasan konten daring. Diskusi yang dibuka oleh serial “Adolescence” memperlihatkan bagaimana media sosial dan forum daring dapat memengaruhi pola pikir remaja, sehingga pemahaman yang mendalam tentang akar permasalahan incel menjadi kunci untuk mencegah radikalisasi berbasis gender di era digital.








