Pada triwulan I-2025, PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 6,57 persen, mencapai 3,15 juta TEUs dari 2,96 juta TEUs pada tahun sebelumnya. Arus peti kemas terdiri dari 1,02 juta TEUs internasional dan 2,13 juta TEUs domestik. Pertumbuhan arus peti kemas internasional sekitar 14,83 persen, sementara peti kemas domestik tumbuh 3,02 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024. Faktor-faktor seperti peningkatan kunjungan kapal internasional di TPS Surabaya dan peningkatan arus peti kemas di TPK Semarang turut mendorong pertumbuhan tersebut. Selain itu, peningkatan peti kemas ekspor ke negara seperti Amerika Serikat, Korea, dan Jepang juga berkontribusi pada pertumbuhan. Permintaan barang kebutuhan pokok yang meningkat selama bulan puasa dan Idul Fitri juga berdampak pada pertumbuhan arus peti kemas domestik. Di sisi lain, pertumbuhan throughput di terminal juga sejalan dengan pertumbuhan industri dan jasa logistik di hulu. Industri logistik di Jawa Tengah dan Jawa Timur mengalami pertumbuhan signifikan, mencerminkan tren pertumbuhan yang menggembirakan pada kuartal pertama tahun ini. Aktivitas di sejumlah terminal peti kemas, termasuk Pelabuhan Tanjung Perak, menunjukkan peningkatan yang signifikan seiring dengan pertumbuhan sektor logistik dan forwarding di wilayah tersebut. Keseluruhan, pertumbuhan arus peti kemas mencerminkan dinamika positif dalam industri logistik di Indonesia.








