PT Transjakarta telah melaksanakan tes urine dan napas terhadap 100 sopir Mikrotrans di kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Rawa Buaya, Cengkareng. Tujuan dari tes ini adalah untuk memastikan bahwa sopir tidak terkena paparan minuman beralkohol atau narkoba. Petugas Evaluasi Operasi, Bagus Darmawan, menjelaskan bahwa dengan sopir dalam kondisi sehat, diharapkan tingkat pelanggaran dan kecelakaan di jalur tersebut dapat diminimalkan.
Tes urine dilakukan untuk memeriksa kandungan alkohol dan narkoba dalam tubuh para sopir. Bagus mengungkapkan bahwa hasil tes untuk 100 sopir tersebut menunjukkan semua negatif, baik untuk alkohol maupun narkoba. Selain tes urine, para sopir juga menjalani tes napas guna memastikan tidak ada konsumsi alkohol.
Proses tes napas dilakukan dengan meminta sopir untuk menggunakan alat pendeteksi dengan moncong selang berdiameter tiga milimeter. Hasil tiupan para sopir tersebut kemudian diperiksa untuk mengetahui kandungan alkoholnya. Bagus menegaskan bahwa sopir yang dinyatakan positif dalam tes akan diblok secara otomatis dan tidak diizinkan mengemudikan unit yang bekerja sama dengan Transjakarta.
Tes urine dan tes napas dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Bagus menekankan bahwa proses ini bersifat mendadak dan random di wilayah Jakarta. Tindakan ini diambil sebagai upaya untuk memastikan keselamatan para penumpang dan mengurangi risiko kecelakaan.








