Pentingnya Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) untuk Menguatkan Sektor Industri Pengolahan Non-Migas
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menekankan pentingnya Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) dalam memperkuat sektor industri pengolahan non-migas sebagai tulang punggung perekonomian nasional hingga 2029. Sejak lima tahun yang lalu, Kementerian Perindustrian telah membangun SIINas untuk memenuhi kebutuhan data industri nasional. Industri pengolahan non-migas diharapkan dapat memberikan kontribusi sebesar 21,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, serta menjadi motor penting dalam penciptaan lapangan kerja, investasi, dan ekspor Indonesia.
Pada tahun 2024, sektor industri pengolahan non-migas tumbuh sebesar 4,75 persen dan menyumbang 17,16 persen terhadap PDB nasional, menjadikannya sektor dengan kontribusi terbesar dalam struktur ekonomi Indonesia. Nilai investasi industri non-migas juga meningkat mencapai Rp697,50 triliun pada tahun 2024, naik 23,4 persen dari tahun sebelumnya dan menyumbang 40,69 persen dari total investasi nasional.
Selain itu, terdapat peningkatan signifikan dalam serapan tenaga kerja dari 19,29 juta pada tahun 2023 menjadi 19,96 juta orang di tahun 2024. Hal ini menegaskan peran vital sektor industri pengolahan non-migas dalam perekonomian nasional. Kontribusi ekspor industri non-migas juga mengalami peningkatan dari 186,59 miliar dolar AS menjadi 196,54 miliar dolar AS pada tahun 2024, naik 5,11 persen dari tahun sebelumnya.
Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa penguatan sektor industri ini membutuhkan data yang kuat, akurat, dan real-time untuk mendukung kebijakan dan meningkatkan daya saing industri di tingkat global. Untuk itu, SIINas dibangun sebagai platform untuk menghimpun data industri nasional secara digital, terintegrasi, dan berkelanjutan agar semua pihak dapat memahami kinerja sektor secara menyeluruh.
Dengan dukungan dari semua pihak, sektor industri pengolahan non-migas diharapkan dapat terus menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional dan mencapai target pembangunan jangka menengah. Kemenperin berharap bahwa SIINas dapat menjadi sumber data yang akurat, mutakhir, dan berkualitas yang memberikan gambaran kinerja sektor industri secara real-time. Semua langkah ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan akan data yang tepat guna dalam memajukan industri Indonesia ke depan.








