Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, memastikan bahwa kinerja perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia masih tumbuh kuat meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan. Jeffrey menyebutkan bahwa berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2024, sebanyak 703 emiten mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan aset, ekuitas, pendapatan, dan laba bersih emiten secara akumulatif mencapai angka yang positif.
Jeffrey juga mengungkapkan harapannya bahwa resiliensi kinerja emiten akan terus berlanjut hingga tahun 2025, yang diharapkan akan berdampak pada pertumbuhan laporan keuangan lebih lanjut. Hingga saat ini, sebanyak 738 perusahaan telah menyampaikan laporan keuangan tahun buku 2024, di mana 703 di antaranya dapat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Meskipun IHSG mengalami penurunan selama tahun 2025, BEI telah melakukan dua kali pembekuan sementara perdagangan sejalan dengan pelemahan IHSG yang signifikan. Dengan demikian, meskipun kondisi pasar modal mengalami tantangan, kinerja perusahaan tercatat di BEI masih menunjukkan pertumbuhan yang baik.








