Tuesday, October 13, 2026
HomeLenggang JakartaEkspor DKI Kecapai Pertumbuhan 5,92% di Tengah Kedatangan Pendatang Baru

Ekspor DKI Kecapai Pertumbuhan 5,92% di Tengah Kedatangan Pendatang Baru

Sejumlah peristiwa penting dan menarik terjadi di Jakarta pada Selasa (8/4). Salah satunya adalah pertumbuhan ekspor Jakarta pada bulan Februari 2025 yang mencapai 5,92 persen dibandingkan bulan Januari 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta merilis bahwa ekspor Jakarta mencapai 1,51 miliar dolar AS pada Februari 2025, mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,92 persen. Selain itu, Pemprov DKI bekerjasama dengan pengurus RT/RW untuk mendata pendatang baru di Jakarta. Berikut lima pemberitaan terbaru DKI Jakarta yang masih aktual dan menarik untuk diikuti:

1. Ekspor Jakarta tumbuh 5,92 persen pada Februari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta merilis data pertumbuhan ekspor Jakarta pada Februari 2025 mencapai 1,51 miliar dolar AS, dengan kenaikan sebesar 5,92 persen dari bulan Januari 2025. Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin, menyampaikan bahwa angka tersebut menunjukkan tren positif dalam ekspor di ibu kota.

2. Dishub DKI ajak masyarakat waspadai juru parkir liar di tempat wisata
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap adanya juru parkir liar di tempat wisata di Jakarta. Hal ini penting agar masyarakat tidak menjadi korban tarif parkir yang mahal dan melanggar aturan. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan bahwa pihaknya bersama Satpol PP telah berupaya mengamankan lingkungan tersebut.

3. Daya beli masyarakat Jakarta turun 25 persen saat Lebaran 2025
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) melaporkan bahwa daya beli masyarakat DKI Jakarta mengalami penurunan sebesar 25 persen saat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025. Ketua APPBI DPD DKI Jakarta, Mualim Wijoyo, mengatakan bahwa penurunan daya beli ini menjadi perhatian serius bagi pelaku usaha di ibu kota.

4. Rencana kepindahan ibu kota penyebab turunnya jumlah pendatang
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan bahwa rencana kepindahan ibu kota dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi salah satu faktor menurunnya jumlah pendatang ke Jakarta. Pramono menyebut bahwa persepsi mengenai rencana tersebut dapat mempengaruhi minat pendatang untuk datang ke ibu kota.

5. Pemprov DKI bekerja sama dengan RT/RW untuk mendata pendatang baru
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerjasama dengan pengurus RT/RW dalam mendata pendatang baru di Jakarta, terutama pasca perayaan Lebaran. Hal ini bertujuan untuk memiliki data kependudukan yang akurat di ibu kota. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyampaikan bahwa kerjasama dengan tingkat RT/RW sangat penting untuk mendukung pendataan penduduk nonpermanen.

Dari berbagai pemberitaan tersebut, terlihat betapa dinamisnya perkembangan di DKI Jakarta. Semua pihak, mulai dari instansi pemerintah hingga masyarakat, bekerja sama untuk menjaga kestabilan dan kemajuan ibu kota. Semoga dengan sinergi yang kuat, Jakarta dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakatnya.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer