Selama libur Lebaran 2025 atau Idul Fitri 1446 Hijriah, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat bahwa jumlah penumpang kereta cepat Whoosh mencapai 310 ribu penumpang. Menurut General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa, volume harian penumpang kereta Whoosh rata-rata mencapai 21 ribu penumpang, namun meningkat menjadi 23 ribu penumpang selama musim libur Lebaran. Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasa yang hanya sekitar 16-18 ribu penumpang per hari. Rekor tertinggi penumpang Whoosh selama libur Lebaran terjadi pada Minggu (6/4) dengan 23.500 penumpang dalam satu hari.
Selama masa libur Lebaran, KCIC mengoperasikan 62 jadwal perjalanan Whoosh per hari dengan headway setiap 30 menit sekali, meningkat 20 persen dibandingkan dengan angkutan Lebaran 2024. Rute favorit selama libur Lebaran adalah Halim-Padalarang, diikuti oleh Padalarang-Halim dan Halim-Tegalluar Summarecon. Data menunjukkan bahwa Stasiun Halim menjadi yang paling padat diikuti oleh Stasiun Padalarang, Stasiun Tegalluar Summarecon, dan Stasiun Karawang. Sebanyak 70-80 persen penumpang keberangkatan Halim turun di Stasiun Padalarang dan melanjutkan perjalanan dengan KA Feeder menuju Stasiun Bandung atau menggunakan intermoda lain yang disediakan.
KCIC mendorong penumpang dari wilayah Bandung dan Cimahi yang ingin menuju Stasiun Padalarang untuk memanfaatkan KA Feeder yang telah disediakan agar perjalanan tetap nyaman dan lancar. KCIC juga telah menugaskan 530 petugas keamanan selama arus balik Lebaran 2025. Selain itu, data menunjukkan bahwa KCIC banyak dimanfaatkan oleh para pelancong bukan pemudik. Copyright © ANTARA 2025.








