Beberapa pemudik yang telah sampai di Jakarta memilih menggunakan kereta api karena dianggap lebih hemat daripada transportasi publik lainnya, serta tepat waktu dan terhindar dari kemacetan. Salah satu pemudik asal Surabaya, Masitoh, mengungkapkan bahwa ia selalu menggunakan kereta api setiap kali pulang kampung karena harga tiket yang masih terjangkau, terutama saat momen Idul Fitri. Masitoh menyatakan bahwa transportasi umum lainnya, terutama tiket pesawat, terlalu mahal dibandingkan dengan kereta api.
Selain itu, ia juga menyoroti kelebihan dan kekurangan menggunakan bus, terutama saat musim mudik dan balik Lebaran di mana jalanan menjadi ramai. Masitoh merasa nyaman dan aman menggunakan kereta api, sehingga dapat beristirahat selama perjalanan. Pendapat serupa juga disampaikan oleh Sarto, warga Ngamuk, Jawa Timur, yang memilih kereta api untuk perjalanan pulang pergi ke kampung halamannya.
Sarto menilai bahwa harga tiket kereta api masih terjangkau dan tidak mengalami kenaikan drastis, serta tetap dalam batas wajar selama momen Lebaran. Sebelumnya, Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menyatakan bahwa selama arus balik Lebaran 2025, jumlah penumpang yang tiba di Stasiun Gambir mencapai 143 ribu orang, dengan puncaknya terjadi pada Jumat (4/4).
Diperkirakan hingga akhir masa angkutan Lebaran pada 11 April 2025, total kedatangan penumpang di Stasiun Gambir akan mencapai 203.768 penumpang. Keputusan untuk memilih kereta api sebagai sarana transportasi mudik sebagian besar didasarkan pada faktor keekonomisan, kenyamanan, dan keamanan yang ditawarkan oleh kereta api.


