Wednesday, December 10, 2025
HomeLintas KotaKualitas Udara Jakarta Senin Pagi Membahayakan Kelompok Sensitif

Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Membahayakan Kelompok Sensitif

Kualitas udara di DKI Jakarta pada pagi hari ini, berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir, masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) di Jakarta pada pukul 06.30 WIB mencapai angka 105, sementara partikel halus berdiameter 2,5 mikro meter (Particulate Matter/PM 2.5) berada di angka 36 mikrogram per meter kubik. Kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Delhi, India dengan indeks kualitas udara mencapai angka 256, diikuti oleh Kathmandu, Nepal di angka 213, dan Lahore, Pakistan di angka 206. DKI Jakarta menempati peringkat 15 dalam daftar tersebut.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta berencana untuk mengikuti contoh kota-kota besar seperti Paris dan Bangkok dalam penanganan polusi udara. Jakarta saat ini memiliki 111 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU), namun akan meniru Bangkok yang memiliki 1.000 SPKU dan Paris dengan 400 SPKU. Hal ini akan memungkinkan DLH DKI Jakarta untuk melakukan intervensi yang lebih cepat dan tepat di masa depan. Asep Kuswanto, Kepala DLH DKI Jakarta, menambahkan bahwa keterbukaan data sangat penting dalam upaya memperbaiki kualitas udara secara sistematis. Penyampaian data polusi udara yang lebih terbuka diharapkan dapat meningkatkan efektivitas intervensi, karena yang diperlukan bukan hanya langkah sesaat, tetapi juga tindakan berkelanjutan dalam penanganan pencemaran udara.

DLH DKI Jakarta memiliki target untuk menambah 1.000 sensor kualitas udara berbiaya rendah (low-cost sensors) guna memperluas cakupan pemantauan dan meningkatkan akurasi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu dalam meningkatkan kualitas udara secara keseluruhan di Jakarta.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer