Selama seminggu terakhir, Jakarta menjadi saksi peristiwa penting dan menarik. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana meluncurkan program Kartu Lansia Jakarta (KLJ) dalam waktu dekat. Program bantuan sosial ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi para lansia yang berhak menerima. Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) juga diminta untuk menyiapkan tanaman pengganti beras, sebagai langkah antisipasi terhadap krisis pangan.
Program bantuan sosial Kartu Lansia Jakarta (KLJ) yang akan diluncurkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, diharapkan dapat memberikan dukungan kepada para lansia yang membutuhkan. Pada acara santunan anak yatim, Pramono menyampaikan harapannya bahwa program ini akan memberikan manfaat yang baik bagi para lanjut usia (lansia).
Selain itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memutuskan untuk melarang adanya operasi yustisi setelah masa mudik Lebaran 2025. Langkah ini diambil sebagai bentuk pemeliharaan ketertiban umum menyusul kedatangan banyak pendatang yang akan mencari kesempatan di Jakarta. Di samping itu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bersiap membangun tujuh TPS 3R (reduce, reuse, recycle) di dua wilayah di Jakarta dalam tahun ini.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta juga akan menyiapkan 12 posko kesehatan selama arus mudik Lebaran 2025 untuk memeriksa kondisi kesehatan pemudik, pengemudi, dan petugas. Hal ini sebagai upaya untuk memastikan kesehatan dan keselamatan semua pihak yang terlibat dalam perjalanan mudik. Selain itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyarankan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menyiapkan tanaman pengganti beras di wilayah Jakarta sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan krisis pangan di masa depan. Sesuai dengan kebijakan tersebut, lahan-lahan pertanian di Jakarta sudah mulai ditanami dengan tanaman pendamping seperti jagung.








