Bank DKI telah melakukan penyaluran Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap I 2025 secara simbolis di Balai Agung Balaikota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Direktur Utama Bank DKI, Agus H Widodo menjelaskan bahwa Bank DKI bertujuan untuk memajukan pendidikan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan membuat Jakarta menjadi kota yang lebih sejahtera dan berdaya saing.
Penerima bantuan KJP Plus juga dapat dengan mudah melakukan transaksi keuangan melalui aplikasi perbankan digital JakOne Mobile. Aplikasi JakOne Mobile memungkinkan penerima manfaat mengelola bantuan secara digital, melakukan transaksi non-tunai, dan mengakses layanan perbankan lainnya.
Bank DKI telah menerima Surat Perintah dari P4OP Dinas Pendidikan untuk menyalurkan dana KJP Plus. Penyaluran dana KJP Plus Tahap I Tahun Anggaran 2025 dilakukan kepada 707.622 penerima, terdiri dari penerima lanjutan sebanyak 580.893 orang dan penerima baru sebanyak 126.729 orang dengan total anggaran mencapai Rp815.101.166.099,- selama Januari – Maret 2025.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta telah menyepakati kerja sama dengan TMII untuk memberikan akses gratis kepada pelajar penerima KJP Plus untuk menikmati wisata edukasi di TMII. Selain itu, penerima KJP Plus juga mendapatkan fasilitas berupa subsidi pangan, akses gratis ke TransJakarta, dan gratis masuk ke tempat wisata lain seperti museum kelolaan Pemprov DKI Jakarta, Taman Wisata Ragunan, dan Taman Impian Jaya Ancol.
Bank DKI juga mengimbau penerima manfaat KJP agar berhati-hati dalam melakukan transaksi keuangan dan tidak memberikan PIN kepada orang lain yang mengatasnamakan Bank DKI. Penerima yang tidak menerima dana tahun ini dapat memeriksa status penerimaan KJP melalui situs resmi atau mengajukan pengaduan ke kantor terkait di 44 wilayah kecamatan DKI Jakarta.
Untuk informasi lebih lanjut, penerima manfaat dapat menghubungi Layanan Call Center Bank DKI di nomor (021) 1500-351.







