Pelantikan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih hasil Pemilu 2024, Donald Trump, akan menjadi bagian dari proses pergantian kepemimpinan yang penting. Acara ini akan menjadi pelantikan ke-60 dalam sejarah AS dan menandai masa jabatan kedua Trump sebagai Presiden. Trump akan menjadi presiden kedua dalam sejarah AS yang menjabat di dua periode terpisah, setelah Presiden Grover Cleveland, memegang jabatan sebagai presiden AS ke-45 dan ke-47. Selain ini, Trump akan menjadi presiden pertama yang dihukum karena pelanggaran hukum dan menjadi presiden tertua kedua yang menjadi Panglima Tertinggi.
Panitia pelantikan sudah memulai persiapan dengan berbagai kegiatan, termasuk gladi bersih dan penyusunan jadwal acara. Selain itu, upacara pelantikan juga akan dimeriahkan dengan pesta kembang api yang digelar bersamaan dengan pelantikan-pelantikan lainnya. Menurut informasi dari situs resmi Senat AS dan US News, upacara pelantikan Presiden ke-60 Amerika Serikat, Donald Trump, serta Wakil Presiden terpilih JD Vance, akan berlangsung di Gedung Kongres AS (US Capitol) pada hari Senin, 20 Januari 2025, dimulai pada pukul 12 siang waktu setempat.
Masa jabatan kedua Trump sebagai Presiden Amerika Serikat diharapkan akan menarik perhatian dunia, mengingat pentingnya transisi kekuasaan di negara adidaya tersebut. Berdasarkan informasi dari Komite Bersama Kongres untuk Upacara Peresmian (JCCIC), ada delapan acara yang paling umum dilakukan dalam pelantikan Presiden AS. Acara tersebut meliputi prosesi menuju Gedung Parlemen, upacara sumpah wakil presiden, upacara sumpah presiden, pidato pelantikan presiden, pengunduran diri terhormat dari presiden AS dan ibu negara yang akan lengser, upacara penandatanganan, jamuan makan siang perdana, dan parade pelantikan.
Selain serangkaian acara pelantikan tersebut, ada banyak elemen tradisional dan protokol yang akan memperkaya acara Pelantikan Presiden Donald Trump pada 2025. Acara ini akan memberikan gambaran lengkap tentang transisi kekuasaan pemerintahan AS yang sangat dinanti-nantikan, serta menandai babak baru dalam sejarah politik Amerika Serikat.








