Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berkomitmen untuk menjadikan bencana banjir yang terjadi pada tahun ini sebagai yang terakhir, dengan harapan tidak akan ada banjir berikutnya. Menurutnya, terdapat tiga masalah utama terkait bencana banjir saat ini. Pertama, terjadi perubahan fungsi lahan resapan air di hulu menjadi kawasan permukiman dan pariwisata, mengurangi area resapan air yang penting. Masalah kedua adalah perubahan yang terjadi di bantaran sungai, seperti penyempitan dan pendangkalan akibat pembangunan pemukiman di sekitarnya. Masalah ketiga adalah di daerah hilir, dimana banyak daerah rawa dan sawah yang diuruk untuk pemukiman, menyebabkan banjir hingga setinggi 2,5 meter.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Provinsi Jabar akan menerapkan peraturan terkait larangan penggunaan lahan untuk perkebunan, kehutanan, dan di daerah aliran sungai. Selain itu, Pemprov Jabar juga akan mengadopsi konsep rumah panggung yang diprakarsai oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai solusi untuk mengurangi risiko banjir. Rumah panggung ini akan didesain ulang dan diterapkan di beberapa daerah di Jawa Barat.
Dedi juga mengungkapkan bahwa konsep rumah panggung tersebut sebenarnya telah dikembangkan sejak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan telah digunakan di Muara Angke, Jakarta Utara. Rencananya, konsep ini akan diadopsi dan diterapkan di beberapa daerah di Jawa Barat. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di masa mendatang.








