Tuesday, October 13, 2026
HomeLifestyleTumit Sering Pecah-Pecah? Penyebab dan Cara Merawatnya

Tumit Sering Pecah-Pecah? Penyebab dan Cara Merawatnya

Tumit pecah-pecah bukan sekadar membuat kulit kaki terasa kasar. Retakan pada tumit dapat menimbulkan perih dan nyeri saat berjalan, bahkan menjadi dalam hingga berdarah. Kondisi ini terjadi ketika kulit kehilangan kelembapan, menebal, lalu tidak lagi cukup elastis untuk menahan tekanan tubuh saat berdiri atau berjalan.

Tekanan berulang pada tumit membuat kulit kering lebih mudah mengalami retakan. Gesekan dari alas kaki juga dapat memperparahnya, terutama jika ukuran sepatu tidak sesuai atau bagian tumit terus bergesekan dengan permukaan alas kaki.

Penyebab tumit mudah pecah-pecah

Kulit kering merupakan penyebab yang paling umum. Saat kelembapan berkurang, permukaan kulit menjadi kasar, mengelupas, dan kehilangan elastisitas. Akibatnya, tekanan pada tumit lebih mudah membentuk retakan.

Kebiasaan menggunakan sandal atau sepatu dengan bagian belakang terbuka juga dapat memperburuk keadaan. Tumit menjadi lebih banyak terpapar udara dan tidak memperoleh perlindungan yang cukup dari tekanan maupun gesekan.

Durasi mandi turut berpengaruh. Berendam atau mandi terlalu lama, terutama dengan air yang terlalu panas, dapat membuat kulit semakin kehilangan kelembapan. Risiko kulit kering juga meningkat seiring bertambahnya usia karena produksi minyak alami dan perubahan ketebalan kulit.

Dalam sejumlah kasus, tumit pecah-pecah yang berat atau terus berulang dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti eksim, psoriasis, infeksi jamur, atau diabetes. Karena itu, retakan yang tidak kunjung membaik tidak sebaiknya dianggap hanya sebagai masalah kulit kering biasa.

Langkah merawat tumit di rumah

Perawatan dapat dimulai dengan mengoleskan pelembap setelah mandi, saat kulit masih sedikit lembap. Untuk tumit yang sangat kering, pelembap dengan kandungan urea, alpha hydroxy acid, atau salicylic acid dapat membantu melunakkan kulit yang menebal sekaligus mempertahankan kelembapan. Pelembap juga dapat digunakan kembali ketika tumit terasa kering.

Pada malam hari, petroleum jelly dapat dioleskan untuk membantu mengunci kelembapan. Mengenakan kaus kaki setelah pemakaian dapat membantu menjaga produk tetap berada di permukaan kulit sepanjang malam.

Kulit menebal memang dapat mendorong seseorang menggunakan batu apung atau alat pengikis. Namun, cara tersebut perlu dilakukan secara hati-hati dan tidak berlebihan. Jangan mengikis tumit yang sedang meradang, gatal, sensitif, atau sudah terluka karena dapat memperparah kerusakan kulit.

Selama tumit pecah-pecah, pilih alas kaki yang ukurannya sesuai dan tidak menimbulkan gesekan berlebihan. Sebaiknya hindari alas kaki dengan bagian belakang terbuka agar tekanan pada tumit berkurang dan kulit memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Waktu mandi juga perlu dibatasi sekitar lima hingga 10 menit dengan air yang tidak terlalu panas. Setelahnya, keringkan kaki secara lembut dan segera gunakan pelembap.

Kapan perlu diperiksa dokter?

Tumit pecah-pecah yang ringan umumnya dapat dirawat di rumah. Namun, pemeriksaan diperlukan jika retakan semakin dalam, terasa sangat sakit, berdarah, atau tidak membaik setelah dirawat. Pembengkakan, perubahan warna kulit, keluarnya cairan, atau nanah juga perlu diwaspadai sebagai tanda infeksi.

Retakan yang dalam dapat merusak lapisan pelindung kulit sehingga kuman lebih mudah masuk. Jika tumit tetap kering dan pecah-pecah meski sudah mendapatkan perawatan, dokter kulit dapat membantu menilai kemungkinan adanya kondisi lain sebagai penyebabnya.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer