LKBN ANTARA memperoleh penghargaan dari LRT Jabodebek atas kontribusinya dalam menyampaikan informasi, kritik, dan masukan terkait layanan transportasi publik tersebut. Apresiasi diberikan dalam perayaan hari ulang tahun ketiga LRT Jabodebek di LRT City Ciracas, Jakarta, Minggu malam.
Executive Vice President LRT Jabodebek Suryawan Putra Hia mengatakan perkembangan layanan LRT Jabodebek tidak terlepas dari keterlibatan berbagai pihak, termasuk media yang menyebarkan informasi secara langsung kepada masyarakat.
“ANTARA senantiasa memberikan kontribusi besar, masukan dan kritik sehingga LRT Jabodebek tumbuh besar seperti saat ini,” kata Suryawan.
Menurut dia, perayaan ulang tahun ketiga menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang ikut mendorong kemajuan LRT Jabodebek. Apresiasi itu tidak hanya ditujukan kepada media, tetapi juga pemerintah, pelanggan, serta para penyewa atau tenant.
Suryawan menegaskan LRT Jabodebek tidak dapat berkembang sendiri tanpa dukungan para pemangku kepentingan. “Semua memiliki peran dan diharapkan LRT Jabodebek terus tumbuh semakin baik ke depan,” ujarnya.
Penumpang ditargetkan mencapai 30 juta
Pertumbuhan LRT Jabodebek terlihat dari jumlah pengguna sepanjang 2026. Hingga Agustus tahun ini, moda transportasi tersebut telah mengangkut 21,81 juta penumpang.
LRT Jabodebek menargetkan jumlah penumpang terus bertambah dalam empat bulan terakhir 2026. “Jumlah ini ditargetkan menembus angka 30 juta penumpang di akhir tahun nanti,” kata Suryawan.
Peningkatan jumlah pengguna menjadi bagian dari perkembangan layanan LRT Jabodebek selama tiga tahun terakhir. Dalam proses tersebut, penyampaian informasi kepada publik serta masukan terhadap kualitas pelayanan dinilai turut berperan dalam mendukung pertumbuhan perusahaan.
Media didorong membangun budaya transportasi publik
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diterima. Menurut dia, apresiasi tersebut sekaligus menjadi tantangan karena kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik terus meningkat.
Benny menilai keberadaan angkutan umum merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kota besar. Karena itu, media memiliki peran untuk memperluas jangkauan informasi dan mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi menuju transportasi publik.
“Ini menjadi tantangan bagaimana ANTARA mampu mengamplifikasi berita agar membangun budaya masyarakat berintegrasi dari transportasi pribadi menuju transportasi publik,” katanya.
Ia menyebut kehadiran moda seperti LRT Jabodebek, LRT Jakarta, MRT, dan Transjakarta dapat membantu menurunkan kemacetan di Jakarta. Transportasi yang saling terkoneksi juga dinilai dapat berpengaruh terhadap perbaikan kualitas udara. “Ini yang coba dorong bersama agar masyarakat beralih menggunakan transportasi publik,” ujar Benny.
Selain menyebarkan informasi, ANTARA juga menyuarakan aspirasi masyarakat agar kualitas layanan terus ditingkatkan dan pengguna merasa lebih nyaman. Salah satu kebutuhan yang disoroti ialah perpanjangan waktu operasional.
Benny mencontohkan layanan transportasi publik di luar negeri yang beroperasi hingga pukul 00.00. Ia berharap LRT dapat mempertimbangkan perpanjangan jam operasional sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan lainnya.
“Demikian peran ANTARA menjadi semakin strategis, ketika kepentingan publik menjadi kepentingan ANTARA,” kata Benny.


