IHSG Menguat di Tengah Sentimen Global dan Domestik
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan pagi ini dengan menguat 12,64 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.538,12. Pelaku pasar tengah bersikap wait and see terhadap data perekonomian domestik dan global.
Antisipasi Data Ekonomi Indonesia dan Global
Para pelaku pasar menantikan data inflasi Indonesia yang diperkirakan naik ke level 0,2 persen month to month (mtm) pada Agustus 2026, serta data neraca perdagangan yang diperkirakan mencatatkan defisit sebesar 0,3 miliar dolar AS pada Juli 2026.
Dari kawasan Asia, investor juga menantikan data dari China dan Jepang, sementara dari Eropa, perhatian tertuju pada data inflasi Euro. Di Amerika Serikat, fokus pasar terhadap indeks ISM Manufacturing PMI dan jobs opening.
Dampak Sentimen Geopolitik dan Kebijakan Moneter AS
Serangan AS terhadap Iran memicu kenaikan harga minyak, yang berpotensi mempengaruhi laju inflasi. Seiring dengan itu, bank sentral AS The Fed memberikan sinyal untuk lebih fokus menurunkan inflasi, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada September 2026 mendatang.
Pertemuan G20 di AS juga menjadi sorotan, di mana para pejabat ekonomi membahas kebijakan moneter dan ekonomi global. Investor juga akan memantau data ekonomi AS seperti non-farm payrolls (NFP) yang akan diumumkan pada Jumat.
Pergerakan Bursa Saham Global
Pada Senin kemarin, bursa Eropa bergerak variatif, sementara Wall Street AS kompak melemah. Sementara bursa saham regional Asia pagi ini juga terlihat beragam, dengan beberapa indeks mengalami pelemahan.
Selain itu, harga minyak mentah juga ditutup menguat lebih dari 2 persen, setelah adanya konflik antara AS dan Iran. Sementara itu, U.S. 10-year Bond Yield naik di tengah kekhawatiran investor terhadap situasi Timur Tengah.
Dengan berbagai sentimen yang menjadi fokus pasar, IHSG diharapkan akan bergerak variatif dalam kisaran level 6.450-6.570 pada perdagangan hari ini.


