Hangtuah Jakarta Kehilangan Seluruh Anggota Tim Pelatih
Jakarta (ANTARA) – Hangtuah Jakarta untuk sementara ini harus beroperasi tanpa kehadiran satu pun anggota tim pelatih setelah melepas Antonius Ferry Rinaldo pada Jumat. Hal ini membuat Rinaldo menjadi pelatih terakhir yang mendampingi klub hingga akhir Indonesian Basketball League (IBL) 2026.
Menurut laman resmi IBL, keputusan klub tersebut berarti tidak ada anggota tim pelatih dari musim sebelumnya yang masih bertahan di Hangtuah. Sebelumnya, klub yang berbasis di GOR Ciracas, Jakarta Timur, juga telah melepas pelatih kepala Wahyu Widayat Jati dan asisten pelatih Zulfahrizal.
Riwayat Pelatih Antonius Ferry Rinaldo
Rinaldo, yang akrab disapa Coach Inal, bukan sosok baru bagi Hangtuah. Dia sebelumnya menangani tim pada musim 2022 dan berhasil membawa mereka ke babak playoff setelah meraih rekor 12-10 (menang-kalah) selama musim reguler. Namun, perjalanan mereka terhenti di babak pertama playoff setelah dikalahkan secara bersih oleh Satria Muda dengan skor 2-0 dalam format pertandingan best-of-three.
Pada musim 2023, keadaan berbalik. Hangtuah gagal mencapai babak playoff dengan rekor 12-18. Mereka menyelesaikan musim di posisi ke-11 dari total 16 tim peserta liga.
Rencana Perubahan Klub
Setelah meninggalkan Hangtuah, Coach Inal bergabung dengan Dewa United sebagai asisten pelatih. Dia menjadi bagian dari tim yang sukses memuncaki klasemen musim reguler IBL 2024 di bawah arahan head coach Pablo Favarel.
Kembalinya Coach Inal ke Hangtuah sebagai associated coach pada musim 2025 dan 2026 berakhir setelah klub menyelesaikan perjalanan mereka di IBL 2026. Meskipun demikian, manajemen klub akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan pelatih tersebut.
Keputusan tersebut mengindikasikan bahwa Hangtuah sedang bersiap menghadapi perubahan besar untuk menyambut musim berikutnya. Selain menyusun ulang tim pelatih, beberapa pemain inti seperti Diftha Pratama dan Januar Kuntara juga tidak mendapatkan perpanjangan kontrak.
Secara statistik, Coach Inal menjadi orang terakhir dari staf pelatih Hangtuah yang masih bertahan setelah klub menyelesaikan musim di IBL 2026. Hal ini menegaskan bahwa klub ini tengah memasuki fase transisi yang signifikan.


