Friday, September 11, 2026
HomeBeritaAncaman Tsunami Siaga 0,5-3 Meter di NTT, NTB, Sulsel: BMKG

Ancaman Tsunami Siaga 0,5-3 Meter di NTT, NTB, Sulsel: BMKG

Ancaman Tsunami dengan Status Siaga di NTT, NTB, dan Sulsel

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengonfirmasi adanya ancaman tsunami dengan status Siaga di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan (Sulsel) setelah gempa tektonik magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo. Potensi ketinggian gelombang mencapai 0,5 – 3 meter.

Peringatan Dini Tsunami Dikeluarkan

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan peringatan dini tsunami diberikan karena gempa bumi terjadi dengan kedalaman 15 kilometer dan berpusat di laut sekitar 30 km arah timur laut Nagekeo, NTT, pada pukul 04.58 WIB. Berdasarkan pemodelan tsunami, potensi tsunami melanda Provinsi NTT, Sulawesi Selatan, dan NTB dengan tinggi gelombang antara 0,5 hingga 3 meter.

Wilayah Terdampak

Wilayah dengan status Siaga, yang berpotensi gelombang 0,5-3 meter, meliputi kawasan Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, dan Flores Timur di NTT, serta Jeneponto di Sulawesi Selatan. Sementara wilayah dengan status Waspada, kurang dari 0,5 meter, termasuk Bima dan Dompu di NTB, Wajo di Sulawesi Selatan, dan sebagian Flores Timur.

BMKG mencatat perkiraan waktu kedatangan gelombang pertama antara pukul 05.02 hingga 06.01 WIB. Peringatan Dini 1 dikeluarkan pukul 05.00 WIB dan Peringatan Dini 2 pada pukul 05.09 WIB untuk mempersiapkan respon cepat.

Dampak gempa terasa di beberapa daerah, dengan intensitas guncangan terkuat dirasakan di Aesesa (Nagekeo), Riung (Ngada), dan Kota Mbay, yang menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan. Evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi diperlukan bagi warga yang berada di area Siaga, sementara masyarakat di wilayah Waspada diimbau menjauhi pantai.

BMKG juga mengingatkan untuk tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang belum terverifikasi, dan menjauhi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam menghadapi potensi ancaman tsunami.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer