IHSG Ditutup Melemah Setelah Penguatan Signifikan
Jakarta (ANTARA) – IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu ditutup melemah, dipicu aksi profit taking setelah mengalami penguatan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. IHSG ditutup turun 5,54 poin atau 0,09 persen ke level 6.334,48, sementara LQ45 turun 4,09 poin atau 0,64 persen ke posisi 632,55. Pelemahan ini dipengaruhi oleh aksi profit taking setelah penguatan yang signifikan.
Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate
Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 5.75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG). Keputusan ini bertujuan memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global dan menjaga inflasi tetap terkendali sesuai target BI. Defisit APBN pada semester I-2026 tercatat senilai Rp196,5 triliun atau 0,76 persen dari PDB, masih di bawah batas 3 persen dari PDB sesuai UU.
Saham Semikonduktor Topang Bursa Saham Global
Bursa saham global menguat didorong oleh rebound saham-saham semikonduktor setelah sebelumnya masuk ke fase bear market. Pasar tetap mempertimbangkan belanja modal perusahaan teknologi besar dan imbal hasil investasinya.
Di sesi perdagangan saham, IHSG dibuka menguat namun bergerak ke zona negatif dan ditutup melemah. Enam sektor menguat, dipimpin oleh sektor teknologi, industri, dan barang konsumen primer. Di sisi lain, lima sektor melemah, terutama sektor transportasi & logistik.
Saham-saham dengan kinerja terbaik adalah ZATA, SWID, MDIA, ALDO, dan MLPT, sementara saham-saham dengan pelemahan harga terbesar adalah KDTN, MMIX, TRON, SULI, dan KLIN. Frekuensi perdagangan mencapai 2.700.000 kali transaksi dengan nilai saham Rp18,52 triliun.
Di kawasan Asia, Nikkei melemah 0,37 persen, Shanghai menguat 0,07 persen, Hang Seng melemah 0,95 persen, Kospi melemah 0,74 persen, dan Strait Times menguat 1,07 persen.


